Menkominfo Ajak Kader PKK Banyuwangi Tangkis Dampak Negatif Internet
Rabu, 1 Juni 2016
Banyuwangi – Peluncuran Smart Kampung Banyuwangi juga dibarengi dengan penguatan peran keluarga dalam menangkal pengaruh negatif internet bagi anak. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak para ibu yang menjadi kader PKK untuk menjadi filter pertama untuk menangkis dampak negatif internet.
Rudiantara mengatakan, penggunaan internet tak ubahnya pisau yang bermata dua. Internet memiliki manfaat baik apabila digunakan untuk mengakses beragam sajian informasi dengan konten positif. Namun internet pun bisa jadi bencana jika pemanfatannya digunakan untuk mengakses informasi yang berkonten negatif. Apalagi penggunaan internet juga semakin mudah dan bisa diakses dimana saja.
“Disinilah peran seorang ibu untuk mengawasi dan memberikan input apa yang boleh dan tidak untuk diakses oleh putra putrinya. Apalagi kekerasan seksual yang marak belakangan ini awalnya dari mengakses konten negatif di internet,” kata Rudiantara kepada ratusan kader PKK Banyuwangi saat peluncuran Smart Kampung yang berbarengan dengan Hari Kesatuan Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-44 di lapangan Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah pada Selasa (31/5).
Untuk bisa mengawasi, kata Rudiantara mau tidak mau ibu juga harus melek internet. Karena dengan arahan yang tepat internet bisa menjadi media untuk menggali dan mengekspresikan potensi anak. “Jadi ibu-ibu juga harus mau peduli dan mengerti internet,” cetusnya.
Kekhawatiran Menteri Rudiantara terhadap dampak negatif internet bukan isapan jempol belaka. Sepanjang 2011-2015, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapatkan aduan sebanyak 1.100 tentang dampak buruk internet. Mulai dari pornografi, judi online, dan game bernuansa kekerasan. Hal ini makin diperparah oleh peranan orang tua yang tak paham internet. ICT Watch melansir hasil riset bahwa 65 persen orang tua tak mengerti situs internet yang diakses anaknya.
Penguatan peran ibu terhadap efek negatif internet yang dilontarkan menkominfo disambut positif oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia pun mengajak para penggerak PKK di Banyuwangi melek intenet sehingga bisa mendampingi anak-anaknya dalam mengakses internet. “Internet saat ini sebuah keniscayaan yang mau tidak mau ibu-ibu PKK harus bisa memahami. Sehingga bisa menemani anaknya mengakses intenet,” sambut istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri juga melakukan berbagai langkah untuk mengantasipasi penggunaan intenet untuk hal-hal negatif. Selain menerapkan intenet positif guna menyaring konten-konten negatif, Pemda Banyuwangi juga membuka layanan-layanan WiFi diberbagai ruang publik agar terjadi pengawasan bersama. “Kalau di warnet (warung internet) biasanya tertutup, jadi bisa mengakses berbagai hal termasuk yang negatif. Tapi kalau mengaksesnya di kantor desa maka tidak bisa macam-macam karena banyak orang,” tegas Bupati Abdullah Azwar Anas pada suatu kesempatan.
Selain itu, penerapan smart kampung yang salah satunya memberikan layanan intenet di kantor-kantor desa juga memperhatikan penggunaan intenet. Sebagaimana Desa Kampung Anyar yang menjadi salah satu Smart Kampung menon-aktifkan WiFi pada saat menjelang magrib hingga seusai Isya. “Ini biar anak-anak tidak terpengaruh pada waktu mengaji untuk menggunakan internet,” tutur Kepala Desa Suwedi. (Humas)