Menpar Jadikan Event di Banyuwangi sebagai Agenda Wisata Nasional

Sabtu, 22 November 2014



BANYUWANGI - Menteri Pariwisata Arief Yahya akan terus membantu pengembangan pariwisata di Banyuwangi yang kini sangat bergeliat. Dia akan mendorong beberapa agenda wisata Banyuwangi untuk dijadikan agenda wisata nasional.

"Saya mengikuti perkembangan wisata Banyuwangi. Promosi, pengemasan event, dan pilihan pengembangan destinasinya bagus. Maka Kementerian Pariwisata tidak ragu untuk terus mendorong pengembangannya," ujar Arief Yahya saat membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (22/11/2014).

Arief mengatakan Kemenpar akan mendukung pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Hal pertama yang dilakukan adalah memasukkan Banyuwangi dalam calendar of event wisata nasional. Selaiin itu, Kemenpar juga akan mendukung pengembangan infrastruktur penunjangnya, termasuk dukungan promosi.

“Banyuwangi akan kami promosikan di tingkat internasional. Salah satunya lewat media digital. Juga akan kami hubungkan juga dengan international broadcaster. Syaratnya, Pemkab Banyuwangi saya harap terus menjaga kualitas event wisata budaya maupun wisata alamnya," ujar Arief yang juga mantan dirut Telkom itu.

Arief sempat melontarkan pujian pada BEC. Menurutnya, BEC adalah sebuah event ekonomi kreatif yang menarik karena mampu mengintegrasikan antara fashion dan event budaya. “Ini yang dibutuhkan para wisatawan, budaya lokal namun dikemas semenarik mungkin untuk dibawa pentas global. Positioning yang pas,” ujar Arief.

Banyuwangi sendiri setiap tahun menggelar ajang wisata Banyuwangi Festival sejak 2012. Sejumlah event akbar yang digelar antara lain International Surfing Competition, Banyuwangi Ethno Carnival, Jazz Pantai Banyuwangi, Festival Gandrung Sewu, dan International Tour de Banyuwangi Ijen.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya memang menjadikan pariwisata event (event tourism) sebagai salah satu sarana pemasaran wisata. "Event tourism berguna untuk memperpanjang siklus destinasi agar semakin panjang waktu tinggal wisatawan. Misalnya, selain berwisata ke Pantai Pulau Merah, wisatawan bisa melihat Banyuwangi Ethno Carnival. Atau setelah ke Teluk Hijau, bisa nonton jazz pantai malam harinya," ujar Anas.

Anas berterima kasih atas dukungan Kemenpar. Bagi Banyuwangi, dukungan Kemenpar sangat berharga, terutama untuk mempercepat dan memperluas promosi. "Kemenpar punya daya dukung yang lebih besar, tentu kami sangat terbantu jika Kemenpar bisa membantu dan melakukan supervisi atas pengembangan wisata yang dilakukan Banyuwangi," tuturnya. (humas protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :