Menteri Kelautan dan Perikanan Buka Bersama Nelayan Banyuwangi

Sabtu, 27 Juli 2013


BANYUWANGI – Banyuwangi benar-benar memiliki magnet tersendiri. Terbukti dengan jadwal safari Ramadhan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif Cicip Sutardjo, yang menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten ke empat yang dikunjunginya, setelah Depok, Pekalongan dan Bantul, Jawa Tengah. Bertempat di Pendopo Shaba Swagata, Jum’at (26/7) Menteri Sharif berbuka bersama ratusan masyarakat nelayan yang ada di Banyuwangi.

Diungkapkan Sharif, alasan dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi Safari Ramadhan, karena kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini merupakan kabupaten yang memiliki Unit Pengolahan Ikan (UPI) terbesar di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 309 pada tahun lalu. “Produksi perikanan di Banyuwangi lebih besar daripada Bagan Siapi-siapi. Banyuwangi adalah eksportir ikan terbesar setelah Sulawesi, “ ujar Menteri.

Tahun 2012 ini, produksi ikan di Banyuwangi mencapai 66 ribu ton per tahun. Meningkat dibanding tahun 2011 yang sebesar 57 ribu ton per tahun.

Selain itu, kata Sharif, silaturrahminya ke sini sangat penting karena bisa menginventarisir keluhan nelayan yang notabene di Banyuwangi jumlahnya banyak. Di antaranya, tentang kebutuhan akan peralatan perikanan tangkap dan budidaya.

Selanjutnya, Menteri menghimbau pada seluruh pengusaha perikanan di Banyuwangi agar menerapkan konsep blue economy. Yakni bagaimana memproduksi ikan tapi tetap memperhatikan lingkungan, artinya mampu meminimalisir limbah yang dihasilkan. Misalnya kepala ikan tidak dibuang, tapi diubah menjadi fish meal atau fish oil.“Produksi ikan yang masif harus diiringi dengan pengelolaan limbah yang berbasis lingkungan,” terang Menteri.

Sebelum berbuka bersama, Menteri Sharif secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp 2,8 miliar kepada nelayan di Banyuwangi. Di antaranya kepada kelompok nelayan pengembangan Usaha Mina Pedesaan Budidaya dan Perikanan Tangkap.

Selain itu, juga bantuan benih lele sebanyak 20 ribu ekor dan benih gurame sebanyak 2 ribu ekor. Induk Vanname Nusantara sebanyak 200 pasang dan benur Vanname sebanyak 400 ekor.

Selain bantuan benih, Menteri Kelautan juga menyerahkan sertifikat tanah nelayan sebanyak 200 bidang tanah dan kartu nelayan sebanyak 1.021 kartu. Juga penyerahan peralatan sistem rantai dingin senilai Rp 30 juta, tenda pemasaran sebanyak 4 unit dengan nilai Rp 18 juta dan bantuan paket penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan senilai Rp 498 juta.

Sebelum berbuka bersama nelayan di Pendopo, Sharif mengunjungi pabrik pengalengan ikan di Muncar, PT Pasific Harvest. PT Pacific Harvest ini memproduksi ikan kaleng jenis lemuru pilihan, yang salah satunya merk “ABC” dan “GAGA”.

Sekedar diketahui, terdapat 14 perusahaan pelelangan ikan di Banyuwangi, yang produksinya rata-rata 27 ton per bulan. Sementara untuk penepungan ikan, per bulan bisa menghasilkan 200 ton dan coldstorage sekitar 24 – 40 ton. (Humas dan Protokol)

 

                                     



Berita Terkait

Bagikan Artikel :