Meski Libur Panjang, Simpul-Simpul Pelayanan Tetap Berjalan
Rabu, 21 Juni 2017
BANYUWANGI – Lebaran 1438 Hijriah jatuh pada tanggal 25 – 26 Juni 2017. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mengeluarkan surat edaran yang mengumumkan dimulainya pelaksanaan libur dan cuti lebaran.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Agus Siswanto mengatakan, pelaksanaan libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1438 Hijriah ini dimulai pada 23, 25, 26, 27, 28, 29 dan 30 Juni 2017.
“Pelaksanaan hari raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 25 – 26 Juni 2017. Sedangkan cuti bersama berlangsung selama 5 hari,” kata Agus.
Meski demikian, Agus menegaskan, masyarakat tidak perlu kuatir walau pun libur cukup panjang, karena beberapa simpul pelayanan tetap berjalan.
“Untuk instansi seperti rumah sakit, puskesmas, telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perhubungan, dan layanan yang sejenis lainnya juga tetap mengatur penugasan pegawainya saat libur berlangsung. Sehingga pelayanan tetap dapat berjalan dengan lancar,” kata Agus.
Selain tetap berjalannya pelayanan untuk publik, Agus juga menyebutkan selama pelaksanaan libur hari raya dan cuti bersama, kendaraan dinas roda empat milik pemerintah daerah dilarang untuk digunakan untuk kepentingan pribadi. “Semua kendaraan pemda harus diparkir di Kantor Pemda mulai tanggal 22 – 30 Juni, kecuali kendaraan operasional,” tegas Agus.
Sementara itu, terkait kelancaran pelayanan kesehatan selama arus mudik dan balik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengaku sejumlah puskesmas disiagakan 24 jam untuk menyambut arus mudik dan balik. “Kami akan menyiagakan sejumlah puskesmas,” ujar dr Rio, sapaan akrabnya.
Puskesmas yang siaga 24 jam tersebut, terang Rio, antara lain Puskesmas Bajulmati, Wongsorejo, Klatak, Sobo, Kabat, Gitik, Gladag, Wonosobo, Benculuk, Jajag, Yosomulyo, Genteng Kulon dan Kalibaru. Plus semua puskesmas rawat inap yang ada di jalur mudik. Total ada 26 puskesmas.
Selain puskesmas, imbuh Rio, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah posko kesehatan di tiap-tiap pos pengamanan. Di setiap pos pengamanan terdapat pos pelayanan kesehatan yang dilengkapi tenaga medis. “Ada dua perawat, 1 driver dan ambulans dengan kelengkapannya yang kami siapkan di masing-masing posko. Sementara untuk tenaga dokter juga siap on call,” jelas Rio.(*)