MHQ, Cabang MTQ yang Paling Sulit
Kamis, 28 Mei 2015
BANYUWANGI - Salah satu cabang lomba yang paling bergengsi di even Musabaqoh Tilawatil Qur’an adalah Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz dan tafsir Bahasa Arab. Selain memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, cabang lomba ini juga dilombakan pada MTQ tingkat internasional seperti di Mesir dan Yordania.
Ketua Dewan Hakim MHQ, Prof. DR. H. Akhmad Zahro, MA, mengatakan dari seluruh cabang yang dilombakan dalam MTQ, MHQ adalah cabang yang paling sulit. Sejak awal pesertanya pun hanya sebanyak 28 orang. "Jangan heran kalau pesertanya sedikit, sebab ini cabang yang paling sulit," kata Zahro usai menjuri di babak penyisihan pada Rabu (27/5).
Zahro melanjutkan, untuk mengikuti cabang lomba ini, syarat pertama peserta harus hafal 30 juzz Al Qur’an. Selain itu, peserta juga harus menguasai bahasa Arab serta menguasai kontent ilmu seperti tafsir, fikih, tauhid dan sejarah Islam. “Peserta juga harus bisa membaca Al’Qur’an dengan suara yang bagus. Jadi di cabang ini penilaiannya ada banyak, mencakup beberapa gabungan ilmu sekaligus. Ini yang membuat MHQ digolongkan sebagai cabang yang paling sulit,” imbuhnya.
Mengenai kemampuan peserta, Zahro mengatakan kemampuan mereka bervariasi. "Sejak hari pertama lomba, Minggu (24/5), kemampuan peserta ada yang bagus, sedang dan kurang. Tapi saya bangga dengan kemampuan mereka. Masih muda tapi bisa menguasai bidang yang tidak mudah ini,"puji pria yang juga guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini. (Humas & Protokol)