Mulai dari Seniman hingga Pengusaha Raih Anugerah Hari Jadi Banyuwangi

Sabtu, 23 Desember 2017


 

Banyuwangi - Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-246 menjadi ajang pemberian anugerah kepada tokoh dan instansi yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi pengembangan Banyuwangi. Sebanyak 17 penghargaan diberikan langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada mereka dalam Malam Anugerah Harjaba di Taman Blambangan, Jumat malam (22/12/2017).

Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada seniman, pendidik, hingga kalangan pengusaha. "Penghargaan ini, adalah bagian dari cara Pemkab Banyuwangi berterima kasih kepada para pihak yang telah bersama-sama berjuang dan berkolaborasi untuk membangun daerah ini," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam acara tersebut. 

Ada beberapa seniman dan penggiat budaya yang mendapatkan anugerah. Di antaranya padepokan seni Dewi Sekar Taji dari Kecamatan Muncar yang meraih juara satu musik tradisi tingkat Nasional, Lalare Orchestra yang pernah meraih penghargaan internasional dari Pacific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture, dan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malaysia yang dinilai memiliki kontribusi besar mengenalkan budaya Banyuwangi di luar negeri.

Ada pula penghargaan yang diberikan kepada Annisa Febby Chairuna, seorang desainer muda asal Banyuwangi yang karyanya banyak diapresiasi dilevel internasional. Salah satu karyanya dipakai oleh Kevin Liliana saat menjuarai Miss Universe 2017.

Selain itu, ada juga penghargaan kepada pihak-pihak yang memiliki kontribusi besar di bidangnya masing-masing. Di bidang pendidikan ada Moch. Hisbullah Fahri yang berhasil meraih medali perak Asean Science Mathematic Olympiade Primary School (ASMOPS). Ada juga Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan yang mendapat kategori excellent pada ajang ICQCC 2017 di Manila, Filipina.

Sementara itu, ada juga KH. Muhammad Yamin yang mendapatkan anugerah. Ketua FKUB Banyuwangi itu, dinilai memiliki dedikasi yang cukup tinggi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Ada juga sosok Ibu Rumaiyah yang merupakan anggota PKK sejak 1976 hingga saat ini.

Heru Prayitno, seorang inovator yang karyanya berupa temulawak celup meraih pemenang dalam ajang inkubator bisnis dan teknologi 2017 dari Kemenristekdikti, juga meraih anugerah pada Harjaba kali ini. Anugerah lainnya juga diberikan kepada Dodi Dharma Cahyadi. Ia adalah Kepala Unit Pembantu Bandar Udara Kelas III yang telah mengantarkan Bandara Banyuwangi meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Menariknya, dalam penganugerahan tersebut, juga diberikan kepada sejumlah pengusaha yang memiliki pencatatan pajak terbaik, hotel El Royal yang desain arsitekturnya berkonsep khas budaya Banyuwangi, dan Jiwa Jawa Resort yang dinilai turun berperan terhadap pengembangan budaya Banyuwangi. 

"Para pengusaha ini, patut untuk diberi anugerah. Ini untuk menstimulus pengusaha lainnya di Banyuwangi agar semakin meningkatkan kepeduliannya dalam bersinergi mengembangkan kabupaten kita ini," pungkas Anas. 

Dalam kesempatan itu, Anas juga mendapat dua penghargaan dari Indonesian Institute Publik Governance (IIPG), yakni sebagai Bupati Inovatif 2017 dan Banyuwangi sebagai pemda dengan kinerja dan tata kelola sangat baik.

Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua IIPG, Sigit Pramono. "Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Kepala Daerah yang telah melakukan berbagai terobosan dalam pengelolaan pemerintahannya. Penilaiannya meliputi aspek governance meliputi tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan dan juga anti korupsi," ujar Sigit. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :