Musim Hujan Siklus DB Naik, Warga Diminta Waspada

Kamis, 27 Oktober 2016


BANYUWANGI – Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini, Dinas Kesehatan Banyuwangi mengimbau warga agar berhati-hati terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, pada musim hujan beberapa waktu lalu dalam satu minggu sedikitnya ada 50 -60 warga telah terjangkiti DBD.

Saat musim hujan tiba, kata Waluyo, telur-telur nyamuk aedes akan terkena air dan menetas. Uniknya, nyamuk ini tidak berkembang biak di air kotor seperti genangan air di jalan, namun lebih suka genangan air bersih seperti kolam ikan atau tampungan air di rumah. Nyamuk ini pun biasanya juga lebih aktif mengigit di pagi hingga siang hari. “Inilah mengapa DBD seringkali mewabah di musim hujan. Karena itu kami minta warga waspada. Periksalah selalu tempat-tempat penampungan air di rumah,” kata dia.

DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh Aedes aegypti sebagai vektor (perantara) utama.  Sampai saat ini, DBD merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama akibat infeksi di Indonesia. DBD dapat mengenai segala usia mulai bayi hingga dewasa.

Untuk itu, lanjut Waluyo, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi terjangkitnya DBD ini dengan melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara teratur. Yang kedua, penanganan berupa pengasapan atau fogging di seluruh kecamatan yang endemis. Fogging adalah salah satu usaha untuk DBD).

“Kader Jumantik bertugas memeriksa genangan air di dalam maupun luar rumah, memonitor larva nyamuk di tempat penampungan air, mengidentifikasi rumah-rumah yang tidak berpenghuni dan mengajak pemilik rumah atau bangunan untuk berpartisipasi dalam PSN secara teratur. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan PSN,” pungkasnya. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :