Mutasi, Iskandar Azis Kepala Dispendukcapil, Mujiono Asisten Administrasi Umum

Sabtu, 26 Januari 2019


BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan rotasi jabatan di jajaran lingkungan Pemkab Banyuwangi, Jumat sore (25/1/2019). Sebanyak 53 orang mengalami pergeseran jabatan pada awal tahun 2019 ini.

Tiga pejabat eselon 2 terkena mutasi kali ini. Iskandar Azis yang sebelumnya menempati posisi Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Banyuwangi kini dipindahtugaskan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). 

Pengganti Iskandar adalah Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang karib disapa Yayan tersebut sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Selain Iskandar dan Yayan, pergeseran jabatan juga menimpa Mujiono. Pria yang sebelumnya menduduki jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU-CKPR), tersebut kini ditempatkan sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi.

Sementara itu, mutasi juga dialami Taufik Hidayat. Dia berpindah tugas dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan menjadi Direktur RSUD Genteng. Sedangkan mantan Direktur RSUD Genteng Indah Sri Lestari dipindahtugaskan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes).

Mutasi besar-besaran terjadi di dua instansi yang menangani pendapatan dan pengelolaan aset daerah. Sembilan posisi di jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ditempati pejabat baru, termasuk Sekretaris Bapenda yang kini diisi Luluk Khomsiyah. Selain itu, pergeseran tugas juga terjadi pada tujuh jabatan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain dalam rangka penyegaran, mutasi kali ini dilakukan dalam rangka penguatan di sektor pelayanan publik, pendidikan, dan pendapatan.

“Beberapa sektor mulai diisi anak-anak muda. Harapan kami ke depan sektor pelayanan publik koordinasinya ke depan semakin bagus. Juga peningkatan kualitas di sektor pendidikan dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain itu, mutasi juga dilakukan menyusul adanya struktur baru di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Salah satu bagian di Setda Banyuwangi, yakni Bagian Pembangunan, kini berganti nama menjadi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Pos jabatan baru itu dipercayakan kepada Partana.

Anas menambahkan, pada mutasi kali ini pihaknya memberikan tugas dobel pada Yayan. Selain menjabat Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Yayan juga ditugaskan sebagai Plt Kepala Bappeda.

“Karena pekerjaan di asisten pembangunan dan kesra banyak yang berkaitan dengan Bappeda, sehingga bisa lebih cepat. Di tengah keterbatasan SDM, kita lipat yang memang fungsi dan tugasnya berimpitan. Misalnya koordinasi tentang kemiskinan, langsung Bappeda dan Asosek karena merupakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK),” jelasnya.

Begitu juga dengan Mujiono. Selain menjabat Asisten Administrasi Umum, dia juga ditugaskan sebagai Plt. Kepala Dinas PU-CKPR. “Ini dalam rangka kaderisasi. Supaya ke depan sistem pelaporan dan pertanggungjawabannya semakin bagus,” kata dia.

Masih menurut Anas, kaderisasi juga dilakukan di jajaran RSUD Blambangan. Posisi Direktur RSUD Blambangan yang ditinggalkan Taufik kini ditempati Plt. 

“Pak dokter Taufik ini sudah lama menjabat Direktur RSUD Blambangan, namun karena ada prestasi yang diraih, kita pertimbangkan untuk ditempatkan di RSUD Genteng,” pungkasnya. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :