Nasehat Menpar Kepada Bupati Anas Untuk Kemajuan Banyuwangi

Senin, 11 Juli 2016


Banyuwangi - Kemajuan Banyuwangi yang begitu pesat selama beberapa tahun terakhir tak lantas membuat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berhenti untuk belajar. Berbagai suara dari masyarakat dan nasehat dari para praktisi terus menjadi bekal yang penting bagi kemajuan Banyuwangi mendatang. Satu diantara nasehat tersebut datang dari seorang pejabat negara yang asli kelahiran Banyuwangi, Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menteri yang juga pernah menjabat sebagai direktur Telkom tersebut, memberikan rumus untuk kemajuan Banyuwangi yang lebih baik. "Banyuwangi, untuk bisa lebih maju harus menguasai rumus ABGCM," tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal Diaspora Banyuwangi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Jum'at (8/7).

ABGCM, jelas Arief, merupakan akronim dari academition (akademisi/tim ahli), bussiness (pebisnis), goverment (pemerintah), community (komunitas), dan media. Para akademisi yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan dan program kerja. "Para dosen dan ahli perlu diajak untuk ikut memikirkan Banyuwangi," pesannya.

Begitu pula pebisnis. Profesi ini harus menjadi pilar penting untuk membangun Banyuwangi. Arief menuturkan, bahwa para pebisnis berkontribusi penting dalan dalam menaikkan taraf ekonomi masyarakat. Namun, jangan sampai, usaha yang digeluti hanya berkutat di kalangan elit saja dan tidak menyentuh kehidupan masyarakat bawah.

"Usaha seperti pembangunan home stay  ini, merupakan bagian dari bisnis yang bisa meningkatkan PDRB Banyuwangi," Arief memberi contoh. Kementerian Pariwisata pada tahun ini mendorong pembangunan seribu homestay di Banyuwangi. Homestay ini merupakan tempat menginap bagi wisatawan sebagai alternatif hotel.

Sementara itu, dari sisi goverment (pemerintah), Arief meminta Bupati Azwar Anas untuk mampu menciptakan birokrasi yang solid dan mampu bertindak cepat. "Yang saya minta dari pak bupati adalah birokrasi yang tidak lelet, bisa bergerak cepat( speed) dalam bekerja," ujar Arief.

Selain itu, Arief juga meminta Anas memberikan perhatian lebih masalah perijinan. Menurut dia, perijinan yang lambat serta aturan yang tidak jelas akan membuat daerah susah berkembang.

"Kalau perijinan lambat dan dan atueannya aerba tidak jelas, saya yakin dunia usaha di aini tidak akan berkembang. Sekali daerah buruk dalam masalah ijin, maka nama besar daerah tak ada gunanya," kata Arief.

Ditambahkan Arief, keterlibatan komunitas (community) masyarakat dalam tiap program pemerintah daerah akan menjadi hal yang penting untuk menjamin keberlangsungan suatu program.

Begitu pula peranan media. Arief menjelaskan bencmark suatu daerah tidak terlepas dari peran media dalam memberitakan hal-hal positif yang berada di daerah tersebut. "Media seharusnya bisa lebih mem-blow up hal-hal positif suatu daerah," pungkasnya. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :