Nikita Dompas dan Indra Azis: Talenta Musik Jazz Pelajar Banyuwangi Menjanjikan

Sabtu, 23 April 2016


BANYUWANGI - Gelaran  Banyuwangi Student Jazz Festival telah memasuki hari kedua siang ini, Sabtu (23/4). Puluhan band pelajar telah tampil menunjukkan performanya di atas panggung yang digelar di halaman parkir Stadion Diponegoro. Talenta para musisi pelajar Banyuwangi pun dinilai sangat menjanjikan oleh dewan juri sekaligus bintang tamu puncak acara SJF malam nanti, Nikita Jeffrey Dompas dan Indra Azis.

Nikita Jeffrey Dompas merupakan seorang gitaris jazz yang mewakili generasi muda berbakat dalam kancah jazz Indonesia. Dia merupakan sarjana musik yang  menjadi gitaris salah satu penyanyi Jazz tanah air, Andien. Sedangkan Indra Azis, namanya tidak asing lagi di dunia jazz Indonesia. Indra Aziz memulai karirnya bermain saxophone dan bernyanyi jazz, hingga saat ini Ia pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz Indonesia seperti Indra Lesmana, Benny Likumahuwa, dan Idang Rasjidi. 

Nikita mengatakan kekagumannya atas banyaknya talenta bermusik anak muda Banyuwangi. Ini terekam dari banyaknya band peserta yang mendaftar di even ini, jumlahnya mencapai 41 grup band. “Saya melihat ada antusiasme yang besar atas even ini. Dengan waktu persiapan penyelenggaraan even yang singkat namun peserta yang ikut sangat banyak,” kata Nikita saat break penjurian di Lounge Stadion Diponegoro.

Nikita melanjutkan, banyaknya jumlah peserta itu menunjukkan adanya passion yang tinggi akan musik dari para pelajar Banyuwangi. Ini sangat penting sebagai pondasi untuk masuk lebih dalam ke genre musik tertentu misalnya Jazz, seperti tema festival saat ini.

“Diibaratkan ketertarikan pada musik itu tulangnya dan Jazz adalah kulitnya, kalau tulangnya kuat mau kulit apa saja bisa,” cetus Nikita.

Selama dua hari menjuri di SJF, Nikita melihat banyak bakat yang menjanjikan dari band-band pelajar tersebut. Sebagai pemula di jalur Jazz, mereka sudah menunjukkan potensi besar yang masih bisa terus diperdalam lagi. Salah satu caranya dengan menambah referensi lagu untuk menambah wawasan bermusik. “Dan yang terpenting adalah terus bermain, sering bertemu dan sharing antara band-band senior dan junior  agar ada tukar pengalaman dan meningkatkan skill,” tuturnya.

Sementara itu Indra Azis menyambut  gembira penampilan peserta SJF yang disaksikannya selama 2 hari ini. Meskipun sebagian masih perlu mengasah kemampuannya lagi, namun sebagian lagi justru menunjukkan performa yang sangat baik. Indra bahkan sudah memiliki bayangan untuk membawa beberapa band untuk tampil ke tingkatan yang lebih tinggi.

“Luar biasa, semua peserta sangat bisa terus berkembang. Beberapa sudah menonjol, bahkan saya udah kebayang mereka bisa tampil di even yang lebih besar misalnya saja Java Jazz. Sangat layak,” cetus Indra.

Secara khusus Nikita dan Indra juga memberikan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang memberikan ruang berekspresi bagi pelajar lewat gelaran SJF ini.  Apalagi saat ini adalah era kreatif dimana segala bentuk kreatifitas termasuk bermusik menjadi bidang yang sangat menjanjikan secara ekonomi. “Pemda Banyuwangi menurut saya sudah forward menyambut era kreatif ini. Semoga kedepan akan semakin banyak kreatifitas lain yang diwadahi,” ujar keduanya kompak.

Puncak acara Banyuwangi Student Jazz Festival akan berlangsung malam nanti. Nikita dan Indra akan tampil sebagai bintang utama bersama lima band pelajar terbaik. Keduanya menjanjikan penampilan yang istimewa.  Indra akan membawakan salah lagu andalannya Jakarta City Blues. “Kita juga akan jamming dengan band pelajar, pokoknya jangan sampai ketinggalan,” pungkas Indra. (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :