Nilai SPIP Banyuwangi Lampaui Target Nasional

Selasa, 9 Agustus 2016


Banyuwangi – Tingkat kematangan (maturitas) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menerapkan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), melampaui target rata-rata nasional. Dalam penilaian yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap SKPD, Banyuwangi mendapatkan nilai 3,4465. Hal tersebut melampui target yang ditetapkan dalam RPJMN yang menargetkan rata-rata nasional maturitas SPIP hanya pada angka tiga. 

 

“Apa yang didapat oleh Banyuwangi ini luar biasa. Melampui target rata-rata yang ditetapkan oleh RPJMN. Padahal, RPJMN ini baru bisa diukur pada 2019 besok,” ungkap Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur Agus Setianto seusai menyerahkan laporan penilaian kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (9/8). “Tiga tahun sebelum batasnya, Banyuwangi telah mencapainya,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Agus menyatakan, tak banyak Kabupaten / Kota di Jawa Timur yang mencapai nilai lebih dari tiga. “Sampai saat ini, tak banyak Kabupaten / Kota di Jawa Timur yang mencapai nilai tiga. Banyuwangi diantara yang sedikit tersebut,” ungkap Agus Setianto.

 

SPIP sendiri merupakan penilaian terhadap sistem kerja aparatur pemerintah. Ada beberapa yang menjadi fokus penilaian oleh BPKP. Diantara indikator penilaian tersebut adalah upaya pemerintah daerah dalam membentuk lingkungan strategis. “Lingkungan strategis itu adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan aman bagi aparatur dibawah dalam bekerja,” terang Agus.

 

“Selain itu, pengendalian resiko yang ada dan adanya langkah – langkah pengendalian terhadap sistem kinerja pemerintah melalui adanya SOP (Standard Operational System), kebijakan maupun sistem itu sendiri,” Agus menambahkan.

 

Selain itu, Agus juga mengapresiasi beberapa terobosan yang dilakukan pemerintah dalam menerapkan sistem IT dalam beberapa pelayanannya. Hal ini, menurut Agus, dapat meningkatkan pengendalian terhadap kinerja aparatur pemerintah. “Layanan IT yang diterapkan di Banyuwangi ini sederhana tapi jalan,” puji Agus. “Kedepan, Banyuwangi akan menjadi bencmarkuntuk daerah – daerah lain,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Bupati Anas yang langsung menerima laporan tersebut merasa terkejut. “Angka penilaian ini melebihi apa yang kami prediksi,” ungkapnya. 

 

Lebih lanjut, Anas akan terus meningkatkan nilai maturitas SPIP Banyuwangi. “Ini penting, karena menyangkut pengamanan internal pemerintah. Tentu, kedepannya, kami akan terus berupaya untuk meningkatkannya,” papar Anas.

 

Untuk mencapai itu, Kabupaten Banyuwangi akan berusaha melaksanakan beberapa rekomendasi rencana aksi yang telah BPKP berikan. “Kami akan melaksanakan beberapa rekomendasi rencana aksi yang telah diberikan oleh BPKP,” pungkas Anas. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :