Ny. Dhani Azwar Anas Resmikan E-Park

Kamis, 2 Juni 2016


BANYUWANGI –  Banyuwangi terus menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) nya. Salah satunya dengan meresmikan E-Park, Rabu (1/6). Sebuah ruang terbuka hijau yang ditata sebagai sarana edukasi bagi masyarakat yang masih belum mengenal dunia tanaman. Disebut E-Park, karena fungsinya sebagai sarana ekologi, edukasi dan ekonomi bagi masyarakat.

Peresmian E-Park ini dilakukan oleh Ny. Ipuk Fiestiandhani Azwar Anas dengan didampingi Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan, Arief Setiawan. E- Park sendiri berlokasi di barat dan timur kolam renang GOR Tawang Alun Banyuwangi.

Ny. Dhani Azwar Anas mengatakan E-park ini menjadi tempat percontohan untuk mengedukasi masyarakat cara berkebun yang benar. Dia pun berharap, E-Park juga bisa dikembangkan di daerah lain di Banyuwangi sehingga dampak positif dari kegiatan berkebun bisa dirasakan oleh masyarakat luas. “Kalau sekarang E-park ini masih dikelola oleh DKP. Ke depan, kami berharap di setiap daerah akan ada E-Park yang dikelola oleh masyarakat setempat,” kata Ny. Dhani Azwar Anas.

Ditambahkan Ny. Dhani, E-Park juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar bagaimana mengelola lahan yang dimiliki. “Setelah mendapatkan pelatihan di E-Park ini, saya berharap masyarakat semakin pintar memanfaatkan sekecil apapun pekarangan rumahnya. Misalnya, selain tanaman hias, masyarakat bisa mulai beralih ke tanaman pangan, seperti sayur dan buah-buahan. Hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehingga masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan makanan yang sehat dan berkualitas,” imbuh Ny. Dhani Azwar Anas.

E- Park dibangun di atas lahan seluas 2000 meter persegi. Di areal ini terdapat 1 unit pondok kebun berarsitektur rumah khas Suku Using, Banyuwangi. Pondok berukuran 4x6 meter ini berfungsi sebagai area pertemuan. Selain itu, juga ada 1 unit hidroponik, 1 unit green house anggrek, 1 unit kandang ternak, 1 unit kolam terpal, 20 buah pot bunga hias, beberapa tanaman buah dalam pot (tabulampot), sayuran dan tanaman obat serta pompa air berukuran besar.  

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan, Arief Setiawan menyampaikan, pembuatan E-Park merupakan upaya pemerintah untuk menambah ruang terbuka hijau yang telah ada sebelumnya. E-Park ini mengusung tiga konsep yaitu ekologi, edukasi dan ekonomi bagi masyarakat. Ekologi,  bisa menambah titik hijau dengan pemanfaatan ruang-ruang kota. Edukasi bisa memberikan pendidikan ke publik untuk cinta lingkungan. Ekonomi yaitu sebagai nilai tambah penghasilan dari pemanfaatan ruang – ruang kota.

Terkait konsep tersebut, lanjut Arief, lokasi ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai pelatihan terkait penguatan program Banyuwangi Berkebun. Di sini, masyarakat akan diedukasi tentang urban farming (pertanian perkotaan), yaitu memanfaatkan lahan tidur di perkotaan menjadi lahan hijau yang produktif. Seperti cara bertanam hidroponik, aquaponik, vertikultur, lahan dan pot. Tak hanya itu, masyarakat juga akan dilatih cara membuat pupuk sendiri.

“Masyarakat mulai anak-anak hingga dewasa bisa belajar di sini. Kami dengan senang hati akan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan mereka,” terang Arief.

Ditambahkan Arief, di E-Park ini juga telah dikembangkan satu jenis buah hasil pemuliaan tanaman yang dilakukan oleh DKP. “Di sini kami tengah mengembangkan Selon, yaitu buah hasil persilangan semangka dan melon. Buah ini masih Banyuwangi saja yang punya. Kami juga akan sharing tentang budidaya selon ini kepada siapa pun yang meminta kepada kami,” pungkas Arief.

Selain meresmikan E-Park, Ny Dhani juga membuka pelatihan Kompetensi Pertamanan. Kegiatan ini juga merupakan aplikasi dari konsep edukasi E-Park untuk memperkuat gerakan Banyuwangi Berkebun. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu dasawisma, PKK, Dharma wanita, dan anggota komunitas Banyuwangi Berkebun. Nara sumber kompeten pun di datangkan khusus dari Jakarta dan Bali untuk membuka wawasan mereka. Nara sumber tersebut adalah Ida Amal, Dirut Akademi berkebut Jakarta dan Sigit Kusuma Wijaya, Co Inisiator Indonesia Berkebun. Serta Idnul Ditriyah dari Bali Berkebun.

Sekedar diketahui, Banyuwangi Berkebun adalah salah satu program DKP Banyuwangi yang bertujuan untuk menyebarkan kepedulian lingkungan melalui urban farming. Program Banyuwangi Berkebun sendiri telah dilaunching oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 30 November 2014 lalu. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :