Okupansi Garuda Rute Banyuwangi Terus Meningkat
Kamis, 26 Maret 2015
BANYUWANGI - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk mengalami peningkatan okupansi atau tingkat keterisian penumpang rute dari dan ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Selama ini, Garuda menggarap Surabaya-Banyuwangi dan Denpasar-Banyuwangi setiap hari.
Vice President Region III Garuda Indonesia, Flora Izza menuturkan, tingkat okupansi tahun lalu mencapai kisaran 76%, dan kini telah mencapai 80%. Bahkan, saat tertentu seperti liburan akhir pekan, okupansi bisa mencapai 90-100%. "Perkembangan rute dari dan ke Banyuwangi cukup bagus," jelas Flora Izza seusai peresmian kantor pelayanan Garuda Indonesia di Banyuwangi, Kamis (26/3/2015).
Rute penerbangan ke atau dari Banyuwangi dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 kapasitas 70 seat tersebut saat ini sedang dikaji untuk dilakukan peningkatan kapasitas. Opsi yang akan dilakukan Garuda ada dua, yaitu mengganti jenis pesawat dengan menaikkan kapasitas pesawat menjadi 96 seat atau menambah frekuensi jam terbang.
"Saat ini sedang kami kaji apakah akan menambah frekuensi atau menambah kapasitas dengan mengganti pesawat yang bisa mengangkut penumpang lebih banyak,” ujarnya.
Tahun ini, Kementerian Perhubungan bakal memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, menjadi 2.250 meter dari kondisi saat ini sepanjang 1.800 meter. Selain bertambah panjang, landasan pacu Bandara Banyuwangi juga mengalami peningkatan pengerasan dari Pavement Classification Number (PCN) 16 menjadi 21. Dengan perpanjangan dan pengerasan landasan pacu, Bandara Banyuwangi bisa didarati pesawat dengan badan yang lebih besar dan mengangkut penumpang lebih banyak. Saat ini, pesawat yang menerbangi Banyuwangi baru jenis ATR dengan kapasitas sekitar 70 penumpang.
Flora Izza mengatakan, dengan perpanjangan landasan pacu, Garuda bisa menggunakan pesawat jenis Bombardier CJR 1000 berkapasitas 96 seat.
“Kami melihat perekonomian di Banyuwangi bisa terus bertumbuh, berbarengan dengan kemajuan pariwisata dan investasi. Di sini banyak hotel berbintang yang baru buka. Ini menjadi rangsangan bagi Garuda untuk melakukan penetrasi pasar dan pengembangan bisnis yang lebih luas,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, pertumbuhan pembangunan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi ini tak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan masyarakat Banyuwangi. ”Saat ini kami sedang menyelesaikan pembangunan terminal bandara berkonsep green airport tanpa AC dengan konsep arsitektur yang mengakomodasi nilai-nilai lokal. Green airport itu akan menjadi landmark baru yang menunjang pengembangan pariwisata Banyuwangi,” ujarnya.
Perkembangan jumlah penumpang pesawat di Bandara Blimbingsari Banyuwangi cukup menjanjikan. Jumlah penumpang tahun 2011 sebesar 7.826 orang, lalu beranjak naik menjadi 24.128 orang pada 2012. Jumlah penumpang makin meroket pada 2013 sebesar 44.052 orang. Selama 2014, jumlah penumpang mencapai sekitar 87.742 orang. (Humas Protokol)