Operasi Pengamanan Ramadniya Semeru Kerahkan 691 Personel Untuk Amankan Mudik Lebaran 2016
Selasa, 21 Juni 2016
BANYUWANGI – Untuk mengamankan situasi menjelang dan saat pelaksanaan mudik Idul Fitri 1437 Hijriyah, Polres Banyuwangi akan mengerahkan 441 personelnya dan 250 personel gabungan TNI dan instansi terkait. Mereka akan tergabung dalam sebuah operasi pengamanan yang bersandi operasi Ramadniya Semeru 2016.
Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto mengatakan untuk memberikan rasa aman, tertib dan lancar selama arus mudik hingga balik, aparat kepolisian bersama tim akan melakukan operasi Ramadniya Semeru 2016 yang dipusatkan di sembilan belas titik. Yakni, sembilan titik Pos Pengamanan (Pospam) di sejumlah kecamatan serta sepuluh Pos Pelayanan (Posyan).
Pospam tersebut di antaranya di Kalibaru, Genteng, Gambiran, dan Wongsorejo. Sementara posyan akan disebar di sejumlah destinasi wisata, bandara dan stasiun kereta api (KA).
“Hari ini kami undang pihak –pihak terkait untuk menyamakan persepsi terkait persiapan pengamanan para pemudik,” terang Kapolres saat membuka rapat koordinasi operasi Ramadniya Semeru 2016, di Mapolres Banyuwangi, Selasa (21/6).
Ditambahkan Kapolres, sembilan belas titik pengamanan tersebut akan disentralkan dalam sebuah pos terpadu. Tempat ini akan menjadi pusat pendataan dan kontrol terkait pelaksanaan pengamanan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Pos terpadu ini ada di wilayah Pelabuhan Ketapang. Tempat ini dilengkapi CCTV dan video conference yang terkoneksi langsung dengan pusat. Sehingga, pemerintah pusat bisa memantau sewaktu-waktu kondisi di sini,” imbuh Kapolres.
Selain aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, juga akan diturunkan untuk memberikan pelayanan arus mudik dan balik. Di setiap Pospam dan Posyan akan disiagakan tenaga medis yang difungsikan memberikan pertolongan pertama bagi para pemudik yang sakit saat perjalanan.
Operasi pengamanan ini, lanjut Kapolres, akan dimulai dari H- 7 hingga H + 7 lebaran, 30 Juni – 15 Juli 2016. Semua tim gabungan akan berjaga sepanjang 24 jam di pospam dan posyan yang telah ditentukan.
“Bahkan, H-2 aparat kepolisian akan mendampingi para pemudik dalam berkelompok dari penyeberangan Ketapang hingga perbatasan kabupaten di Wongsorejo dan perbatasan Kalibaru. Tentunya kami juga berkoordinasi dengan kabupaten-kabupaten yang terdekat untuk melakukan pengawalan lanjutan. Sehingga mereka bisa lancar dan aman sampai ke kampung halamannya,” ujar Kapolres.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengeluarkan sejumlah titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan. Pemudik yang menggunakan jalan darat hendaknya bisa menghindari pelabuhan Ketapang dengan menggunakan jalur alternatif di jalan lingkar Barat.
“Selain itu, saya imbau agar pemudik juga waspada di daerah rawan laka. Seperti sepanjang Jalan Jember, di Desa Tulung Rejo Kecamatan Glenmore. Serta Jalan Situbondo yang melewati Kelurahan Bulusan dan sekitar Watudodol,” kata Kapolres.
“Selain itu, kita juga harus waspada terhadap isu-isu terorisme yang masih santer saat ini. Bila merasa curiga dengan gerak gerik orang asing, saya harap warga berkoordinasi dengan kepolisian,” pungkas Kapolres. (Humas)