Pakde Karwo Kunjungi Pameran Pelayanan Publik Banyuwangi
Kamis, 15 Desember 2016
BANYUWANGI – Usai mengisi kuliah umum bersama Mahasiswa Unair di SMKN 1 Banyuwangi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyempatkan diri mengunjungi pameran replikasi pelayanan publik di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/12).
Didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, gubernur yang akrab disapa Pakdhe Karwo ini juga sempat menyapa peserta workshop Smart Kampung dan Administrasi Kependudukan yang menjadi salah satu agenda di pameran tersebut.
Di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari Ketua RT dan RW ini, Pakde Karwo mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Bupati Anas ini. Menurutnya pelayanan publik di Banyuwangi semakin inovatif. Hampir semua programnya dapat diakses dengan mudah oleh warga. Bahkan beberapa diantaranya direplikasi secara nasional, seperti program Smart Kampung, Lahir Procot Pulang Bawa Akta, Siswa Asuh Sebaya (SAS), Transparansi Pengelolaan Anggaran Keuangan Daerah, Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), e-village budgeting dan e - monitoring.
“Saya senang dengan inovasi yang dibuat Banyuwangi. Pelayanan publiknya benar-benar Nguwongke uwong (meng-orangkan orang), termasuk workshop ini. Ada acara tanya jawab yang menjadi media komunikasi RT/RW dengan petugas. Sehingga mereka bisa membantu menyelesaikan permasalahan warganya,” ujarnya.
Bupati Anas mengaku, terobosan yang dibuatnya banyak terinspirasi dari apa yang dilakukan Pakde Karwo. “Yang saya kerjakan ini ilmunya dari Pakde. Kalau ketemu, beliau selalu berpesan agar kita selalu berusaha merasakan apa yang dirasakan rakyat. Jika ada jalan rusak atau lampu jalan mati coba tempatkan diri kita di posisi sebagai rakyat. Nggak enak kan? Nah kita upayakan untuk membangun itu,” kata Anas.
Sementara itu, salah seorang peserta workshop, Sukarni yang merupakan seorang Ketua RT di Dusun Lor, Desa Sukojati, Kecamatan Kabat menyatakan senang ada workshop semacam ini. Baginya, workshop ini membantu dia mencarikan solusi bagi warganya yang mengalami masalah.
“Ini bagus. Di sini kita bisa sharing sehingga permasalahan di desa bisa terungkap di kabupaten. Selama ini kalau ada warga yang bermasalah, kita kesulitan mau berkonsultasi pada siapa. Namun di workshop ini saya bisa bertanya langsung kepada petugas dan langsung mendapatkan jawabannya,” ungkap Sukarni.
Pada kesempatan itu, Sukarni menanyakan problem yang dialami warganya. Ada salah satu warga yang ingin membuat akte kelahiran bagi putranya. Namun terkendala karena tidak memiliki kartu keluarga (KK). Ini terjadi karena pernikahan warga tersebut dilakukan secara siri. Sedangkan suami sirinya, saat ini telah pergi dan menikah lagi dengan orang lain.
“Sebelumnya saya bingung mau memberi saran bagaimana. Tapi tadi saya sudah bertanya apakah bisa seorang ibu mengurus akte anaknya tanpa surat nikah. Ternyata bisa, nanti akta kelahiran anak berbunyi lahir dari seorang ibu, tanpa menyebut nama ayahnya. Alhamdulillah, saya bisa menemukan jawabannya,” ungkapnya.
Selain mengunjungi pameran dan workshop, Pakdhe Karwo juga sempat meninjau Lounge Pelayanan Publik milik Pemkab Banyuwangi. Diruang tunggu eksklusif dan nyaman itu, Pakdhe Karwo menikmati kopi Osing dan jajanan khas Banyuwangi. (Humas)