Pakde Karwo Minta Satpol PP Lakukan Pendekatan Humanisme

Kamis, 12 Maret 2015


BANYUWANGI – Sebagai salah satu aparat keamanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta menggunakan pendekatan humanisme dalam menegakkan peraturan. Penekanan ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam peringatan HUT Satpol PP, yang digelar di Taman Blambangan, Rabu (11/3).

Dikatakan Gubernur Soekarwo, pendekatakan humanisme dalam menyelesaikan persoalan dalam penertiban keamanan salah satunya dengan meletakkan dialog sebagai proses solusi. “Humanisme ini sangat penting di era domokrasi saat ini, terutama aparat penegak hukum kita, mereka sudah melakukan ini, meskipun law enforcement tetap jalan.  Humanisme itu sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan sebuah persoalan.  Apalagi saat berhadapan dengan pedagang kaki lima (PKL). Kita tidak boleh sekedar menggusur, tetapi sudah menyiapkan tempat yang baru,” kata Gubernur di HUT Satpol PP ke -65. " TNI saja sekarang humanis, jadi Satpol PP harus lebih humanis" ungkapnya.

Ditambahkan Gubernur,  sesuai dengan peraturan Menpan RB nomer 4 tahun 2014, yang mengarah profesionalisme di tubuh Satpol PP, Satpol PP bisa diisi orang-orang profesional dan memiliki kompetensi dibidang tugasnya. Sehingga tidak hanya mengandalkan otot semata. Namun juga fikiran dan perasaannya (body, mind and soul). “Begitulah bahasa keren yang trend saat ini, menggunakan tubuhnya secara terampil dan menggunakan pikirannya untuk memahami pengetahuan dan peraturan untuk menjadi pijakan tindakannya serta menggunakan perasaannya untuk menyentuh nilai-nilai humanisme yang ada di masyarakat,” kata Gubernur Soerkarwo.

Peringatan HUT Satpol PP ke -65, yang digelar di Taman Blambangan, Rabu (11/3) berlangsung marak dan khitmad, selain dihadiri ribuan anggota Satpol PP dari 38 kabupaten/kota, juga dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Anas Yusuf, Pangdam V/ Brawijaya, Mayjen TNI Eko Wiratmoko dan beberapa walikota dan wabup yang ada di Jawa Timur. Juga tujuh Kepala Satpol PP dari kabupaten tetangga.

Sebelum upacara resmi, Gubernur mengawali acara meninjau pasukan dengan mengendari mobil Jeep terbuka keliling barisan. Selanjutnya 38 defile juga memperagakan kerapian dan keteriban barisan yang dinilai oleh juri. Juara defile Kabupaten Sidoarjo.Itu berarti HUT Satpol PP tahun mendatang yang menjadi tuan rumah adalah Kabupaten Sidoarjo.  

Di akhir acara, ada simulasi penanggulangan bencana kecelakaan laut oleh Badan SAR nasional (Basarnas). Simulasi ini juga diikuti oleh tim  satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana daerah yang terdiri atas staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana (taruna siaga bencana), dan anggota Satpol PP.  “Basarnas dan seluruh tim mempraktekkan simulasi penanggulangan bencana laut dan mengevakuasi korban dengan cara pertolongan pertama terhadap korban bencana dengan menggunakan pesawat helikopter SAR dengan jenis HR 1521.

Sebagai tuan rumah, untuk memeriahkan seluruh rangkaian acara, secara khusus anggota Satpol PP Banyuwangi menyuguhkan tarian Selendang Pamong, yakni tarian kolaborasi antara anggota Satpol PP dengan para penari Gandrung. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :