Pakde Karwo Resmikan Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi

Kamis, 12 Maret 2015


BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo meresmikan Lounge Pelayanan Publik milik Pemkab Banyuwangi, Rabu (11/3). Inovasi yang dilakukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas disebutnya sebagai 'daya saing' yang ke depan harus terus ditumbuhkan.

 "Saya bersyukur diundang kesini untuk melihat langsung upaya Bupati Banyuwangi untuk memunculkan daya saing. Leadershipnya mampu menggerakkan masyarakat untuk terus berbenah demi daya saing ke depan," ujar pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini.

Pakde Karwo menyederhanakan konsep daya saing menjadi 3 hal, yakni lebih mudah, lebih  cepat dan lebih baik. "Daya saing, sebesar 50 persen ditentukan oleh leadershipnya. Sisanya, adalah bagaimana soliditas antara pimpinan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakatnya dibangun, bagaimana mereka bermimpi dan bagaimana komitmen mereka  untuk mewujudkan mimpi dengan membangun infrastruktur. 

"Yang jelas saya apresiasi sekali kepada Banyuwangi yang cepat sekali menanggapi perkembangan global. Satu yang tidak boleh dilupakan, semua stakeholders supaya dilibatkan dalam perumusan
pelayanan publik, termasuk media," sarannya.           

Mendapat kunjungan dari orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur itu, Bupati Anas berkesempatan untuk menunjukkan nilai plus yang dimiliki oleh  ruang tunggu tamu Pemkab Banyuwangi. "Lounge ini kami harapkan menjadi icon, bagaimana kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," beber Bupati Anas.

Dengan adanya lounge tersebut, para tamu yang datang ke pemda bisa duduk dengan nyaman sambil menunggu pejabat yang ingin ditemui. Lounge tersebut dilengkapi dengan 6 layar TV untuk mempermudah akses data bagi para tamu. Mulai dari program-program pemkab, hingga tampilan CCTV yang mengkoneksikan antara pemkab dengan berbagai dinas terkait.

Selain itu para tamu juga bisa menikmati sajian yang ada secara self service. Yakni bebas menikmati minuman dan makanan ringan khas Banyuwangi yang disediakan dengan mengambil sendiri.

Usai melaunching lounge pelayanan publik tersebut, Pakde Karwo sempat meninjau kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) untuk melihat bagaimana berjalannya proses perizinan di Banyuwangi.

Di kantor tersebut Pakde Karwo meminta agar pelayanan publik lebih ditingkatkan lagi. Termasuk permintaan dibuatnya  sistem online yang mengintegrasikan antara BPPT dengan pelabuhan laut dan bandara.
"Sistem itu harus bisa mendeteksi kandungan parafin, merkuri atau bahan berbahaya lainnya pada bahan pangan yang masuk ke Banyuwangi,"tandas Pakde Karwo yang berulangkali menekankan bahwa 'wajah' pemda di masyarakat tercermin dari pelayanan yang diberikan.(Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :