Pameran IKM Awali Gelaran Banyuwangi Batik Festival 2017

Rabu, 26 Juli 2017


BANYUWANGI – Rangkaian Banyuwangi Batik Festival (BBF) resmi dibuka kemarin (25/7).  Event yang melibatkan puluhan desainer ini diawali dengan pameran produk industri kecil san menengah (IKM), yang dipusatkan di Taman Blambangan.

Pameran produk IKM tahun ini llebih beragam dibading pameran serupa yang digeber tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pameran hanya menampilkan batik, pameran kali ini juga menampilkan beragam produk IKM. Seperti kuliner, jajanan, kerajinan tangan (handycraf).

Pembukaan pameran dilakukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.  “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselengaranya pameran ini. Ini bukti koordinasi yang baik antar pemerintah dan IKM,” kata Ny Dani Azwar Anas.

Ny Dani Azwar Anas, juga berpesan agar pelaku IKM terus melakukan inovasi produk serta lebih meningkatkan pemasaran. “Tidak hanya dipasarkan manual, tetapi juga dimanfaatkan teknologi informasi (TI). Sehingga produk IKM Banyuwangi elbih dikenal ditingkat nasional atau mancanegara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, I Ketut Kencana, menambahkan pameran yang digelar hingga 29 Juli 2017 ini, bertujuan untuk membuka pasar bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk bisa memasarkan produknya ke masyarakat luas. Kegiatan semacam ini, kata Bupati Anas, agar masyarakat maupun wisatawan semakin mengenal produk-produk khas Banyuwangi.

Kegiatan semacam ini, kat a Ketut, juga untuk mengingatkan masyarakat maupun wisatawan semakin mengenal produk-produk khas Banyuwangi.

“Yang terpenting kita disini ingin memberikan ruang kepada pelaku IKM yang terlibat dalam pameran ini untuk menampilkan produk unggulan mereka yang kami yakini kualitasnya mampu bersaing dengan produk daerah lain, “kata Ketut.

Selain itu, lanjut dia, pameran ini bisa  menjadi ajang pembuka peluang bagi pelaku IKM bisa bertemu banyak pihak, misalnya stakeholder maupun investor yang kebetulan datang mengunjungi pameran. “Jika ini terjadi akan ada linkage yang bisa dimanfaatkan pelaku IKM untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Pameran ini akan berlangsung empat hari beturut-turut 25 – 29 Juli 2017, di Taman Blambangan. Ada 90 IKM dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ditampilkan disini. Mulai batik, asesoris, handycraf, merchandise, kopi, otomotif, properti dan agrobisnis pertanian serta makanan lokal dan kuliner khas Banyuwangi.    

Selain bisa berbelanja, para pengunjung pada malam harinya akan dihibur dengan berbagai atraksi seni, budaya serta pagelaran musik dan masih banyak lagi. (*)

 

  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :