Pameran Produk Se-Jatim Meriahkan MTQ Banyuwangi
Senin, 25 Mei 2015
BANYUWANGI – Setelah pagi hari dimeriahkan pawai mobil hias, acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 sore harinya diramaikan dengan pameran taaruf ekonomi. Dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Soekardi pameran tersebut menampilkan beragam produk unggulan dari berbagai 38 kontingen seluruh kabupaten/kota yang digelar di seputar Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu (23/5).
Ratusan pengunjung tampak memadati areal pameran. Mereka sangat antusias karena ingin melihat beragam produk dari berbagai daerah di Jatim. Seperti yang dituturkan Murti (47) yang mengatakan ingin melihat kain-kain batik dari Madura. “Sengaja datang di hari pertama, untuk bisa membeli batik Madura duluan. Saya memang pengoleksi kain batik,” tuturnya.
Pameran tersebut memang menampilkan beragam produk UMKM dari seluruh Jatim. Seperti Ponorogo yang memamerkan produk tas uniknya yang terbuat dari rotan plastik. Ada juga Pacitan dan Pasuruan yang menjual perhiasan yang lagi trend saat ini, batu akik.
Para pengunjung juga akan dipuaskan dengan beragam motif batik dari seluruh Jatim. Sebut saja Kabupaten Sumenep, Sampang, Tulungagung, hingga Tuban. Semua menampilkan motif khas daerahnya. Selain batik, juga ditampilkan produk-produk khas dari masing-masing daerah seperti furniture, handicraft, dan makanan khasnya.
Soekardi mengatakanbahwa ini digelar saat MTQ agar denyut perekonomian selama MTQ akan tetap berlangsung. Selain itu, even ini diharapkan menjadi ajang bertukar ilmu antar UMKM se-Jatim.
“Pameran ini sebagai sarana belajar antar UMKM. Dikumpulkan seperti ini, supaya dapat saling melihat dan bertukar tips. Seandainya merasa produknya kurang bagus, bisa nanya yang dianggap sudah bagus. Saya yakin, mereka akan termotivasi untuk segera memperbaiki kualitasnya,” terang Soekardi.
Pameran ini digelar dari 23-30 Mei menampilkan 76 stan UMKM dari 38 kabupaten/kota seluruh Jatim. Selain itu, ada tambahan 70 stan UMKM lokal Banyuwangi yang menampilkan berbagai jenis produk, termasuk kuliner khas Banyuwangi seperti nasi tempong, rujak soto, bagiak, sale pisang, dan minuman herbal.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa optimistis MTQ ini bisa ikut menggerakkan perekonomian lokal Banyuwangi. “Ada lebih dari 1.000 peserta dan pendamping dari seluruh Jatim yang mengunjungi Banyuwangi. Itu belum termasuk tamu kehormatan, UMKM se-Jatim, dan para pendukung masing-masing kontingen. Terdapat 22 hotel di Banyuwangi yang disewa oleh para peserta/pendamping dari seluruh Jatim,” kata Anas. MTQ di Banyuwangi ini ini diikuti 1.194 peserta dan berlangsung dari 23 – 30 Mei. (Humas Protokol)