Panglima TNI Jendral Moeldoko Buka Latsitardanus ke XXXIV di Banyuwangi
Minggu, 11 Mei 2014
BANYUWANGI – Sebanyak 1275 taruna mengikuti upaca pembukaan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke XXXIV di Lapangan Blambangan, Sabtu (10/5). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh inspektur upacara Panglima TNI Jendral Moeldoko. Pembukaan Latsitarda Nusantara ditandai dengan penekanan sirine dan penyematan tanda kepesertaan oleh Panglima TNI kepada 5 orang perwakilan taruna.
Dalam arahannya Jendral TNI Moeldoko menyampaikan kegiatan Latsitarda merupakan realisasi kurikulum integrasi taruna tingkat akhir akademi militer, akademi angkatan laut, dan akademi angkatan udara sebagai tahapan pendidikan di luar kampus sebelum para taruna dilantik sebagai perwira TNI. “Guna memperluas cakupan Latsitarda maka dihadirkan para Praja IPDN dan mahasiswa perguruan tinggi,” kata Jendral TNI Moeldoko.
Latsitarda Nusantara ke XXXIV diikuti oleh 1275 peserta yang terdiri atas 453 orang taruna Akabri Darat, Laut dan Udara, 400 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan sisanya mahasiswa dari 11 perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa.
Jendral TNI Moeldoko melanjutkan, Latsitarda di Banyuwangi diharapkan menjadi wahana integrasi para generasi muda calon pemimpin bangsa. Selain itu juga menjadi media membangun kebersamaan dengan masyarakat. “Para taruna diharapkan dapat menyerap pengalaman yang berharga untuk mengembangkan wawasan yang lebih luas tentang kehidupan sebagian masyarakat yang menjadi modal sangat berharga dalam menyongsong penugasan dimasa yang akan datang,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI juga mengatakan Latsitarda Nusantara merupakan persembahan bakti yang menjadi bukti betapa kuatnya komitmen generasi muda baik Akademi TNI, Praja IPDN maupun mahasiswa untuk senantiasa berbagi dan peduli bersama anak-anak bangsa. ”Kehadiran taruna juga untuk menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan memiliki semangat juang salah satunya dengan memacu semangat putra putri daerah untuk mengikuti pendidikan di Akademi TNI,” urai Jendral TNI Moeldoko.
Lebih lanjut Jendral TNI Moeldoko berpesan agar selama mengikuti kegiatan Latsitarda para taruna, praja dan mahasiswa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan memohon petunjuk serta kekuatan selama penugasan. Mengedepankan kebersamaam dan kepaduan serta mengembangkan kreatifitas. “Laksanakan Latsitarda dengan ikhlas, sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi keraifan lokal. Setiap cucur keringat yang jatuh adalah bakti kepada bangsa,” tutur Panglima TNI.
Upacara Pembukaan Latsitarda ke XXXIV turut dihadiri oleh KSAL Laksamana TNI Marsetio, KSAU Marsekal TNI IB Putu Dunia, Gubernur Akademi TNI, Rektor IPDN serta undangan lainnya.
Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku bangga dengan pelaksanaan kegiatan Laksitarda Nusantara ke XXXIV di Banyuwangi. Ini merupakan sebuah kehormatan, apalagi Banyuwangi menjadi tempat pertama bagi pelaksanaan karya bakti para taruna tersebut. Bupati berharap kehadiran para taruna dapat menginspirasi anak-anak Banyuwangi. “Para taruna ini adalah anak-anak pilihan yang berprestasi, kami berharap akan banyak masukan positif bagi daerah dan khususnya masyarakat yang menjadi tempat tinggal mereka. Kehadiran taruna yang berasal dari seluruh nusantara ini juga diharapkan dapat menjadi promosi bagi Banyuwangi untuk lebih dikenal luas lagi,” harap Bupati Anas.
Upacara pembukaan Latsitarda ke XXXIV juga dimeriahkan dengan display drumband yang merupakan gabungan dari Akademi TNI dan IPDN. Mereka terdiri atas marching band Akademi Angkatan Laut Gita Dirgantara, akademi Militer Cakra Lokananta, Akademi Angkatan Laut Gita Jala Taruna dan Gita Abdi Praja IPDN. Selain itu juga ditampilkan tarian Gandrung Seblang Lukito yang dipentaskan oleh 150 siswi tingkat SMU se Kabupaten Banyuwangi.
Sebagi Informasi Latsitarda Nusantara ke XXXIV akan berlangsung selama sebulan, 10 mei – 2 Juni. Kegiatan ini diselenggarakan oleh empat Kabupaten Yakni Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bondowoso. Kabupaten Banyuwangi menjadi markas komando selama Latsitarda berlangsung. Di Banyuwangi kegiatan di pusatkan di Kecamatan Muncar, Srono dan Gambiran. Kegiatan yang dilaksanakan selama para taruna berada di masyarakat berupa kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya terlibat dalam program-program pemerintah daerah seperti P2JD rehab jalan, rehab tempat ibadah. Sedangkan program non fisik seperti penyuluhan, riset sosial, wisata juang, dan bakti sosial. (Humas Protokol)