Pantau Arus Mudik Di Banyuwangi, Kapolda Jatim Minta Pelabuhan Segera Urai Kemacetan di Gilimanuk

Sabtu, 2 Juli 2016


 

BANYUWANGI – Masuki H-4 Idul Fitri 1437 Hijriyah, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol  Anton Setiadji memantau kondisi keamanan di Banyuwangi, Sabtu (2/7). Kapolda juga menyempatkan diri melihat langsung Pelabuhan Penyeberangan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang, Banyuwangi, salah satu lokasi arus mudik terpadat di Banyuwangi.

Setelah mendarat dengan helikopter di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Kapolda didampingi Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko langsung menuju Pos Pengamanan (Pospam) Terpadu Ramadaniya Semeru 2016 yang berada di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

Di pospam ASDP Ketapang yang dilengkapi dengan 28 CCTV tersebut, Kapolda memerintahkan jajaran anggotanya dan pihak PT ASDP Ketapang dan Gilimanuk untuk mengurai kemacetan yang ada di pelabuhan Gilimanuk, Bali.

"Saya dapat laporan kalau di Pelabuhan Gilimanuk Bali saat ini terjadi antrean hingga 10 Km  untuk menyeberang Banyuwangi. Saya minta, ini dipercepat dan diurai segera. Ini kalau tidak segera diselesaikan, akan semakin parah kemacetannya," tandas Kapolda.

PIhak PT ASDP Ketapang memprediksikan bahwa hari ini, Sabtu (2/7) merupakan puncak arus mudik dari Bali menuju Banyuwangi.

Kapolda pun meminta pihak pelabuhan untuk menyegerakan pemberangkatan kapal bila semua sudah siap. "Pokoknya kapal penuh langsung berangkat. Tidak usah menunggu jadwal pemberangkatan aslinya. Ini cara untuk mengurai kemacetan. Karena ini operasi kemanusiaan, maka kita harus mempermudah perjalanan pemudik," kata Kapolda yang pernah menjabat sebagai Kapolres Banyuwangi periode 2000 - 2002 ini.

Selain itu Kapolda juga menekankan agar PT ASDP Ketapang meningkatkan koordinasi dengan PT ASDP Gilimanuk. Begitu pula dengan anggota kepolisian. "Tugas  kita  jangan berpatokan ini an sich Banyuwangi. Tapi harus ada koordinasi dengan kabupaten tetangga, seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Bali," ujar Anton.

Terkait kondisi keamanan jelang Lebara, Anton menilai pengamanan di Banyuwangi sejauh ini sudah berjalan baik. Termasuk di sejumlah wilayah Jawa Timur.

"Berdasarkan pantauan kami mulai dari Surabaya sampai sini ( Banyuwangi) semua landai. Tidak ada kemacetan yang berarti. Kemacetan yang kemarin terjadi di Pasuruan akibat meluapnya Sungai Wilang dan banjir rob juga sudah teratasi sejak kemarin. Hanya antrean panjang di Gilimanuk ini yang perlu segera diatasi," kata Kapolda.

Sementara itu, General Manager  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, M. Yusuf Hadi mengatakan, sejak Jumat kemarin (1/7) hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi, pihaknya telah menurunkan 35 unit kapal dengan 210 trip. Ini berarti telah terangkut 21. 340 penumpang, 657 unit kendaraan roda dua, dan 3.567 unit kendaraan roda empat.

Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, 41 unit kapal yang dioperasikan telah mencapai 212 trip dan telah menyeberangkan 63.717 penumpang, 13.952 unit kendaraan roda 2 dan 6.405 unit kendaraan roda 4.

Yusuf pun mengakui bahwa telah terjadi kemacetan selama 2 - 3 hari terakhir. Biasanya, lanjut dia, saat Subuh antrian dapat terurai namun kali ini masih terjadi kemacetan kaena lonjakan penumpang.

"Antisipasinya, kami akan tambah tripnya menjadi  460. Untuk bongkar muat yang awalnya berdurasi 45-54 menit, sekarang dipercepat  31-32 menit, dengan total kapal yg beroperasi 32 unit. Yakni, 3 unit Landing Craft Tank (LCT) dan 29 Kapal Motor Penumpang  (KMP),” tutur Yusuf.

Terkait pengisian manifest (data diri penumpang)  juga menjadi prioritas. Form manifest telah dibagikan ke calon penumpang di beberapa titik di luar pelabuhan. Di antaranya di terminal, toko-toko, dan jembatan timbang.

"Di masing-masing pelabuhan ada 21 relawan yang membagikan manifest. Sejak sebelum masuk kapal, penumpang sudah bisa mengisi manifest. Sehingga saat penumpang masuk kapal, manifest sudah beres," ujar Yusuf.   

Yanti, salah satu penumpang kapal ferry dari Gilimanuk yang baru saja turun di Pelabuhan Ketapang,  mengatakan pada arus mudik kali ini, dia antre hingga 5 jam."Capek juga, saya. Tadi saya dan keluarga antre panjang sejak jam 5 pagi. Ternyata kami baru bisa naik kapal jam 12 siang. Alhamdulillah akhirnya kami bisa nyeberang juga," kata wanita yang mudik menuju Jember dengan membawa mobil pribadi ini. ( Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :