Para Penyandang Disabilitas Silaturahmi dengan Wakil Bupati Banyuwangi

Rabu, 22 November 2017


BANYUWANGI – Para penyandang disabilitas Banyuwangi menggelar silaturahmi  dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, Selasa (21/11), di Lounge Pelayanan Publik Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Pertemuan tersebut terkait peringatan Hari Disabilitas Internasional pada Desember mendatang.

“Kami bermaksud memperingati Hari Disabilitas Internasional pada 5 Desember mendatang. Lewat silaturahmi ini, kami sekaligus ingin meminta ijin untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, di samping kami juga ingin curhat tentang fasilitas yang kami butuhkan dalam keseharian,” kata Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Wasis.

Wasis berharap, ke depan, pendidikan anak-anak difabel ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. “Kami harap anak-anak difabel yang tidak lulus sekolah, bisa mengikuti program kejar paket A, B dan C dan dibiayai pemkab,” harap Wasis.

Sementara itu, untuk peringatan Hari Disabilitas Internasional, Wasis dan rekan—rekannya berencana untuk menggelar pawai yang diikuti para penyandang disabilitas. “Kami akan menggelar arak-arakan roda dua dan tiga mulai dari Dinas Sosial hingga ke pendapa kabupaten,” beber Wasis.

Selain itu juga ada pertunjukan yang dibawakan anak – anak tuna rungu dan tuna wicara berupa tari gandrung serta persembahan lagu-lagu oleh tuna netra dan tuna daksa. Ada pula deklarasi yang dibacakan oleh penyandang disabilitas. Deklarasi tersebut salah satunya menyebut tentang harapan kaum difabel untuk bisa mendapatkan kesetaraan dalam mengakses layanan masyarakat di berbagai bidang.

“Besar harapan kami, ada layanan yang ramah disabilitas. Di tempat-tempat umum supaya ada layanan yang memudahkan kami seperti zebra cross untuk tuna netra, adanya kursi roda di areal perbelanjaan, perbankan atau taman-taman untuk tuna daksa. Kami juga ingin mengenalkan PPDI secara luas karena kami juga ingin dipahami, “ kata Wasis.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Yusuf menyatakan Pemkab Banyuwangi menyambut baik keinginan tersebut. “Kami akan memfasilitasi saudara-saudara semua. Termasuk apa yang diinginkan ke depannya semoga bisa terwujud nantinya,” ujar Yusuf.

Sementara itu ditambahkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dwiyanto, pemkab akan memberikan perhatian khusus pada kaum disabilitas. “Hal yang paling penting, anak disabilitas non sekolah formal akan kita tawari untuk bisa ikut program Kejar Paket A, B dan C. Dengan mengikuti program ini, mereka bisa melanjutkan sekolah kembali. Mereka juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa Banyuwangi Cerdas,” ujar Dwiyanto.

Tidak itu saja, kata Dwiyanto, saat berlangsungnya peringatan Hari Disabilitas Internasional  besok,   para penyandang disabilitas ini akan mendapatkan tabungan resmi dari Bank Jatim.

“Tabungan ini dikhususkan untuk anak-anak putus sekolah lewat program Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh). Ada 1000 anak yang mendapatkan tabungan tersebut, dan 50 hingga 100 anak di antaranya adalah anak-anak penyandang disabilitas ini. Masing-masing mendapatkan tabungan dengan nominal Rp 1 juta,” terangnya.

Di Banyuwangi sendiri, imbuh Dwiyanto, terdapat 1045 penyandang disabilitas. Data tersebut merupakan data  versi sekolah inklusi dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Banyuwangi.(*)

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :