Parade Busana Daur Ulang, Pembuka Banyuwangi Festival 2016

Minggu, 20 Maret 2016


Banyuwangi - Kreatifitas seolah tak pernah berhenti di Banyuwangi. Peragaan busana berbahan dasar daur ulang kembali digelar di Kabupaten Ujung Timur Jawa ini. Ratusan model cilik hingga dewasa membawakan busana cantik berbahan dasar plastik di atas catwalk amphitheatre Pantai Boom, Minggu (20/3). Ornamen dekorasinya, juga memanfaatkan bahan daur ulang.

Meski persyaratan utama bahan busana terdiri atas 70 persen plastik dan 30 persen bahan pendukung lain, tidak mengurangi keindahan busana yang ditampilkan. Tema Gaun Malam yang dibawakan peserta nampak glamor dan elegan. Tidak kalah dengan busana berbahan kain mahal.

Peragaan busana dari bahan daur ulang ini merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival 2016, sebuah ajang promosi wisata dengan puluhan atraksi sepanjang tahun di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Dengan atraksi itu, pemandangan di Pantai Boom memang sangat menarik. Hampir semua ornamen yang digunakan dari bahan bekas. Seperti dekorasi panggung yang terbuat  dari  botol bekas, meja dari ban bekas dan kursi dari kayu kapal bekas. Hiasan tenda juga terbuat dari pernak-pernik gelas bekas minuman plastik.

Ditambahkan Arief, melalui even ini diharapkan menggugah masyarakat agar lebih peduli dengan sampah terutama sampah anorganik, karena bisa bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi jika dikemas dengan bagus.

 

<p dir="ltr" rgb(34,="" 34,="" 34);="" font-family:="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 12.8px;="" line-height:="" normal;"="">"Sampah plastik butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai, maka kita harus bertindak cerdas untuk menguranginya. Caranya dengan didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna, bahkan bernilai lebih," kata Arief. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :