Pasar Ramadhan Dikelola Langsung Paguyuban Pasar

Selasa, 21 Juni 2016


Pasar Ramadhan Dikelola Langsung Paguyuban Pasar

BANYUWANGI – Memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, Pemkab  Banyuwangi memfasilitasi pendirian pasar ramadhan. Pasar yang dipusatkan di sepanjang Jalan Diponegoro dan Jalan Susuit Tubun tersebut dikelola langsung oleh Paguyuban Pasar Induk Banyuwangi (P3IB).

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi, Nur Agus Suharto, pasar dadakan ini sebagai fasilitasi pemerintah atas permohonan pedagang yang ingin berjualan menjelang lebaran. Pemkab, lanjut dia, hanya memfasilitasi perihal pemberian ijin pemanfaatan ruas jalan di sekitar lokasi.

Terkait pengelolaan pasar ramadhan, kata Agus, sepenuhnya tanggung jawab pedagang yang terlibat langsung dalam pasar ini. Pemerintah tidak ikut mengelola, namun para pedagang sendiri yang tergabung dalam paguyuban. “Ini sesuai permohonan para paguyuban pedagang, mereka yang akan mengelola. Tetapi pemerintah tetap ikut mengawasi, memperhatikan kebersihan, kemananan dan ketertiban selama pasar berlangsung,” ujar Agus.

Pasar ini  mulai digelar tanggal 20 Juni – 5 Juli 2016 atau selama H-15 Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

Selain itu, pemkab juga membuat kesepakatan dengan pedagang tentang sejumlah persyaratan dalam gelaran Pasar Ramadhan ini. Di antaranya, barang yang dijual mendukung kebutuhan Lebaran, seperti, pakaian, aksesoris dan kue lebaran. “Tidak boleh ada pedagang kuliner menempati pasar Ramadhan. Karena ini khusus untuk barang kebutuhan Lebaran,” ujarnya.

Selain itu, paguyuban pun harus menyediakan fasilitas yang diperlukan pedagang, seperti terop, listrik, air, kotak sampah dan pendukung lainnya. Sehingga kawasan yang dijadikan pasar Ramadhan tetap bersih dan terjaga.  

“Selain juga harus menggunakan lokasi yang ditentukan. Tidak boleh menambah tempat pasar ramadhan di luar batas yang diajukan,” kata Agus.

Terkait pelaksanaan pasar ramadhan, Ketua Paguyupan Pasar Induk Banyuwangi (P3IB) Sudirman menambahkan pasar ramadhan ini murni usulan pedagang yang difasilitasi pemerintah. Hingga saat ini, kata dia, terdapat 500-an pedagang yang telah menempati tenda pasar.

“90 persen yang berjualan di pasar Ramadhan adalah pedagang yang ada di dalam pasar Banyuwangi. Hanya sebagaian kecil pedagang yang dari luar. Itu pun hanya pedagang musiman yang berjualan kebutuhan lebaran, seperti sandal atau sepatu,” ujar Sudirman.

Terkait kebutuhan para penjual, seperti tenda, air, listrik dan sebagainya disediakan oleh para paguyuban berdasar kesepakatan yang kami buat dengan pedagang. Para pedagang tersebut, imbuhnya akan dikenakan biaya dalam bentuk iuran.

Rencananya, lanjut Surdirman, besaran iuran tiap pedagang ditetapkan Rp 5 ribu per malam. “Namun sampai hari ini kami belum pernah menarik sepeser pun kepada pedagang untuk iuran ini. Mungkin akan kami tarik nanti setelah penutupan,” kata Sudirman. (Humas)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :