Pasti Berangkat Umroh, Mualimah Sujud Syukur Warga Ikut Terharu
Rabu, 19 Maret 2014
BANYUWANGI - Suasana haru langsung menyeruak ketika Bupati Abdullah Azwar Anas menyerahkan tas koper berisi perlengkapan ibadah umroh kepada salah satu tenaga harian lepas (THL) pesapon di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, bernama Mualimah (42) di rumahnya yang terletak di Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Rabu (19/3). Penyerahan tas itu sebagai tanda kepastian kalau Mualimah akan segera berangkat ke tanah suci dalam waktu yang tidak lama lagi.
Mualimah pun sontak bersujud syukur atas apa yang diterimanya. Masih dalam posisi bersimpuh dilantai rumahnya yang berlantaikan tanah, Mualimah mengatakan sangat bersyukur akan segera berangkat menunaikan ibadah umroh. Apalagi kepastian keberangkatannya itu dikabarkan langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Banyuwangi, dirumahnya yang begitu sederhana. “Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah, saya diberikan rezeki yang begitu besar,” kata Mualimah sambil berlinangan air mata.
Para warga yang ikut menyaksikan peristiwa ikut terbawa suasana, tak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata menyaksikan ekspresi rasa syukur sekaligus kebahagiaan Mualimah. Bahkan Bupati Anas pun tak kuasa menahan haru.
Perempuan yang lahir dan besar di Kampung Ujung ini mengatakan sudah tiga tahun menjadi THL pesapon di DKP bersama dengan suaminya. Setiap hari, sehabis sholat subuh bersama sang suami, Mualimah berangkat untuk menyapu di sepanjang Jalan Gadjah Mada. Sebelumnya, ibu beranak satu itu tidak pernah menyangka akan pergi menunaikan ibadah haji kecil ke Baitullah. “Beberapa waktu lalu saya memenangkan undian hadiah umroh saat acara yatiman di DKP. Tapi saya belum tahu kapan berangkatnya. Makanya saya sangat terkejut kalau hadiah umrohnya diantar langsung oleh Pak Bupati hari ini ke rumah,” kata Mualimah.
Belum selesai keterkejutan Mualimah dengan kepastian keberangkatan umrohnya, ia mendapatkan surprise lagi dengan kepulangan anak perempuan satu-satunya yang sehari-hari bersekolah di Kecamatan Genteng. Mualimah langsung mendekap sang anak yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama itu. “Anak saya inilah yang terus mendoakan saya supaya bisa menang undian umroh,” ujar Mualimah. Secara spontan Mualimah mengatakan jika anaknya sangat memerlukan laptop sebagai penunjang belajar di sekolah. Bupati pun langsung merespon dengan menugaskan Asisten Administrasi Umum, Sulihtiyono untuk menindaklanjuti.
Sementara itu Bupati Anas mengatakan undian berhadiah perjalanan ibadah umroh merupakan salah satu bentuk reward dari Pemkab Banyuwangi bagi para pahlawan kebersihan yang diberikan setiap tahun. Sebanyak enam ratus THL DKP baik bagian pesapon, petugas drainase (petugas pembersih sungai –red), dan petugas pertamanan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hadiah umroh tersebut. Namun, dari ratusan THL itu disaring 45 orang yang paling rajin dan aktif tidak hanya dalam bekerja tapi juga dalam beribadah untuk bisa mengikuti undian umroh.
Mualimah merupakan salah satu diantara tiga orang THL DKP yang memenangkan undian umroh. Dia adalah pemenang umroh yang diundi paling akhir, sedangkan dua orang pemenang undian umroh lainnya diundi lebih dulu pada saat acara Cak Nun dan Kyai Kanjeng di Taman Blambangan menjelang akhir tahun 2013. Dua orang rekan Mualimah itu berangkat ke tanah suci melalui dana APBD tahun 2013. Sedangkan Mualimah berangkat berumroh atas bantuan pihak sponsor. Ketiganya akan berangkat bersama pada bulan April mendatang.
“Kami terus mendorong adanya penghargaan bagi para THL DKP. Tidak hanya dari dana APBD namun juga membuka kesempatan bagi pihak ketiga yang ingin ikut berpartisipasi. Ini adalah bentuk apresiasi betapa pentingnya jasa tenaga pesapon dan tenaga kebersihan lainnya bagi Kota Banyuwangi,” tutur Bupati Anas. (Humas & Protokol)