Pastikan Pengurusan KTP-el Berjalan Lancar, Bupati Anas Kunjungi Dispendukcapil

Jumat, 24 April 2015


BANYUWANGI – Merespon keluhan masyarakat tentang panjangnya antrean pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas langsung mendatangi  Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan orang nomor satu di Banyuwangi  ini untuk menjelaskan langsung permasalahan ini.

Setiba di kantor Dispendukcapil Bupati Anas langsung mendatangi warga yang duduk mengantre di ruang tunggu.  Tanpa basa - basi, Bupati Anas menghampiri salah seorang warga dan bertanya sudah berapa lama menunggu.  Sambil tersipu warga yang mengaku asal Glenmore itu, mengatakan sudah sejak pagi.

Melihat warganya banyak mengantre,  Bupati Anas menjelaskan bahwa antrean ini dampak dari kebijakan pemerintah pusat. Per 1 Januari 2015, sesuai Keputusan Mendagri dan UU No 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan menyebutkan bahwa penerbitan KTP dilaksanakan oleh instansi pelaksana di masing-masing kabupaten/kota dalam hal ini Dispenduk. “Ini merupakan peraturan dari pusat. Kabupaten hanya menjalankan saja,” kata Anas.

Dikatakan Anas, sebenarnya sejak akhir 2010 Banyuwangi telah menerbitkan KTP di masing-masing kecamatan. Namun, semenjak diberlakukannya KTP-el, penerbitan KTP terpaksa dipusatkan kembali ke Dispenduk. Ini karena mesin pencetak KTP-el dari pemerintah pusat hanya ada 2 yang diserahkan ke Dispenduk.

“Dulu kita memang bisa buat KTP di tiap kecamatan, tapi kan itu KTP manual. Kalau sekarang karena alat nya memang terbatas, sehingga pencetakan dipusatkan di Dispenduk. Kecamatan hanya melakukan perekaman data biometrik  bagi warga yang belum mempunyai KTP,” ujar Anas.

Untuk mengatasi panjangnya antrean masyarakat yang mengurus KTP, Anas mengatakan Pemkab telah meminta Dispenduk untuk menambah jam kerjanya agar antrian KTP bisa segera terlayani. “Dispenduk harus lembur, karena pemohonnya lagi membludak. Akan kami pantau terus. Dan kepada warga kami meminta bersabar, karena memang kapasitas alat cetak KTP-el di Banyuwangi sangat terbatas,” kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi, Sudjani mengatakan antrean panjang ini terjadi lantaran selama seminggu terakhir terjadi lonjakan permintaan pengurusan KTP-el.  Salah satu sebabnya karena banyaknya orang yang mengurus surat terkait kependudukan untuk keperluan pendaftaran taruna Kepolisian dan TNI.

Saat ini dengan dua alat yang dimiliki Dispenduk, dalam satu hari biasanya mencetak 300 lembar KTP-el.  Selama seminggu terakhir, permintaan KTP ini meningkat hingga 150 pemohon.

 “Sebenarnya hari-hari biasa tidak sebanyak ini antriannya. Karena Dispenduk cukup mencetak data yang dikirim dari kecamatan. Kebetulan masyarakat yang sekarang mengantri ini kebanyakan urgent, jadi mereka langsung datang ke kami tanpa merekam data terlebih dahulu ke kecamatan hingga terjadi antrean yang panjang seperti sekarang,” kata Sudjani. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :