Pastikan Pilkada Berjalan Aman, Apel Gelar Pasukan Digelar

Senin, 24 Agustus 2015


BANYUWANGI - Pastikan pemilihan kepala daerah (pilkada) berjalan aman, Polres Banyuwangi menggelar apel gelar pasukan, Senin (24/8) di Taman Blambangan.  Forum Pimpinan Daerah, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekretaris Daerah tampak hadir di tengah-tengah undangan.   

Apel gelar pasukan yang diberi nama Operasi Mantap Praja Blambangan 2015 tersebut diikuti ratusan personil TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas serta unsur-unsur lainnya.

Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama yang bertindak selaku inspektur upacara menegaskan, apel gelar pasukan ini bertujuan mengamankan pilkada mulai dari perencanaan hingga purna pilkada. Di samping pihaknya  juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar turut menjaga kondisifitas berjalannya pilkada. "Butuh kesadaran semua elemen dalam berpolitik, agar tidak timbul friksi yang berakibat timbulnya kerawanan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas),”tandasnya.        

Menurut Kapolres, demi mengamankan pilkada, sebelum apel gelar pasukan diadakan, pihaknya pun sudah menggelar beberapa operasi pengamanan seperti operasi pemberantasan premanisme di jalanan, operasi senjata api (senpi) dan operasi terhadap cyber crime (kejahatan yang melibatkan piranti elektronik).
Apel ini, imbuh Kapolres, digelar bukan untuk pamer kekuatan, melainkan sebagai sarana konsolidasi dan koordinasi mengingat banyaknya unsur yang terlibat dalam pemilukada mulai awal hingga akhir. Apalagi, katanya, pilkada punya aspek kerawanan sendiri-sendiri. Bentuk kerawanannya bisa terjadi antar partai, antar masa pendukung parpol, dan pihak-pihak ketiga yang merasa tidak puas.


Banyuwangi sendiri,ujar Kapolres, masih terhitung aman. Namun ada beberapa TPS yang di daerah-daerah terpencil yang rawan, yakni di Kecamatan Pesanggaran, Kalibaru dan Wongsorejo. Karenanya, di 3 lokasi tersebut akan ditempatkan personil yang lebih banyak dibandingkan lokasi lainnya.

Untuk diketahui, pengamanan terkait pilkada ini akan dilakukan di beberapa lokasi (termasuk orang yang bersangkutan), seperti rumah para calon bupati, rumah ketua KPU dan penyelenggara pilkada, KPUD, kantor Panwaslu, lokasi dan rute kampanye, lokasi pemungutan suara, lokasi pelantikan, kantor parpol, dan tempat-tempat rawan gangguan kamtibmas lainnya.

Pengamanan dilakukan mulai dari tahap pemutakhiran data daftar pemilih, penyampaian atau pendistribusian kartu pemilih kepada masyarakat yang berhak memilih, pendaftaran dan penetapan calon pasangan bupati, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, penghitungan suara, penetapan calon terpilih, sampai dengan  pengesahan pengangkatan dan pelantikan.

Jumlah personil yang diterjunkan untuk pengamanan disesuaikan dengan tingkat kerawanan tiap tahapan.  Tahap kampanye yang berlangsung mulai 27 Agustus - 6 Desember 2015 akan menerjunkan 450 personil. Tahap masa tenang 6-8 Desember (215 personil). Tahap pemungutan suara 9-16 Desember (850 personil).Tahap penghitungan suara 850 personil. Tahap penetapan hasil suara 17-19 Desember (450 personil). Penetapan pasangan calon terpilih 21 Desember (500 personil). (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :