Peduli Pendidikan, Guru BK Selenggarakan Pameran Pendidikan

Kamis, 5 Februari 2015


BANYUWANGI - Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) se Kabupaten Banyuwangi menunjukkan kepeduliannya atas masa depan generasi muda. Hal itu mereka tunjukkan dengan menyelenggarakan pameran pendidikan (Edu Fair) yang menjadi sarana menginformasikan berbagai pendidikan tinggi selepas jenjang SMA.     

Diselenggarakan di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Kamis (5/2), kegiatan ini menyita perhatian para pelajar. Utamanya bagi mereka yang hampir lulus sekolah alias duduk di kelas XII. Sepulang sekolah, mereka beramai-ramai  mendatangi kegiatan ini. Seperti yang dilakukan oleh Vegavira Oktaviana.

Vega yang bersekolah di SMKN 1 Banyuwangi datang bersama dua orang kawannya, Vinila Sari dan
Soviyatul Azizah. Ketiganya mengaku senang ada acara semacam ini. Mereka bisa mendapatkan informasi pendidikan dengan mudah.

Sayangnya,  lembaga pendidikan yang ada  di sana  tidak sesuai dengan keinginan Vega dan Vinila. Maklum Vega berkeinginan menjadi polwan, sementara Vinila tertarik untuk menempuh pendidikan di Universitas Jember (UNEJ).

Berbeda dengan Soviyatul yang menemukan apa yang dicarinya. Sovy yang ingin mendaftar di Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Banyuwangi langsung berburu informasi di stand yang ditujunya."Saya tertarik mendaftar di Untag Banyuwangi, karena selain dekat dengan rumah, saya juga bisa nyambi bekerja,"kata Sovy. 

Kemudahan mendapatkan informasi itu memang menjadi salah satu tujuan yang diharapkan oleh penyelenggara kegiatan ini. Seperti dijelaskan oleh Ketua Panitia Drs Akhmad Mujali."Kami berharap acara ini paling tidak bisa memberi wawasan lebih luas, khususnya tentang Perguruan Tinggi (PT) bagi anak didik . Sehingga mereka bisa memilih, dan secara finansial lebih efektif karena mereka tak perlu habis uang banyak untuk sekedar mendatangi universitas yang dituju," kata Akhmad.


Kegiatan ini, lanjut Akhmad, merupakan bagian dari pengabdian guru-guru BK dalam mengimplementasikan layanan kepada masyarakat. Pameran pendidikan yang diselenggarakan tahun ini adalah yang kelima kalinya.

Terhitung ada 59 lembaga pendidikan yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Universitas lokal di Banyuwangi terdiri atas Untag Banyuwangi, Universitas PGRI Banyuwangi, Universitas Bakti Indonesia,
STIKES Banyuwangi, AKABA dan LP3I Kampus Banyuwangi.

Dari luar Banyuwangi terdapat beberapa lembaga pendidikan seperti Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Duta Persada yakni pelatihan singkat untuk bekerja di hotel atau kapal pesiar, STIKES Hafshawaty-Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Universitas Ciputra Surabaya,  dan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta.

Juga ada STMIK Primakara-Denpasar, Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika-Surabaya, Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Kediri, Institut Teknologi Adi Tama Surabaya (ITATS), Sekolah Bidan Wira Husada Nusantara (WHN) Malang, UNTAG-Surabaya, STIKES Ganesa Husada Kediri, Universitas PP Darul Ulum (UNIPDU) Jombang, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Akademi Kebidanan Medika Wiyata-Kediri, IAIN-Tulungagung, dan sekolah masak TRISTAR Culinary Institute-Surabaya.

Sementara beberapa sekolah penerbangan juga tak mau ketinggalan, seperti sekolah penerbangan yang berdiri di Banyuwangi yakni Dirgantara Aviation Banyuwangi. Juga Wira Angkasa Academy-Malang, BATC Training Center yang merupakan School of Airlines and Hospitality Management-Denpasar, Avia Nusantara-Surabaya, Merpati Training Center yang berkantor di  Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya, serta Pratiwi Sky-lembaga pelatihan profesi penerbangan Sidoarjo. (Humas  & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :