Pelajar Manfaatkan ITdBI Untuk Asah Kemampuan Bahasa Inggris
Sabtu, 14 Mei 2016
<span 1.6em;"="">BANYUWANGI – Even International Tour De Banyuwangi Ijen (ITdBI) dimanfaatkan oleh para pelajar Banyuwagi untuk mengasah kemampuan percakapan Bahasa Inggris. Seperti yang terlihat pada etape 4 Muncar hari ini (14/5). Di sela-sela persiapan sebelum race dimulai para pelajar memanfaatkannya untuk berinteraksi dengan beberapa pembalap asing.
Salah satunya adalah pelajar dari SMK Minhajut Thulab Muncar, Hima Zunafisitin. Pelajar yang duduk di kelas 2 ini menjajal kemampuan berbahasa Inggrisnya dengan salah satu pembalap Oliver’s Real Food, Nicholas Peter Reddish (19) dari Australia. Hima mencoba menyapa dan menanyakan nama dari cyclist yang baru pertama kali bertanding di ITdBI ini.
“How are you? What is your name?” kata Hima saat menyapa pembalap tersebut. Hima pun melanjutkan perbincangan lebih lanjut meskipun dengan bahasa Inggris yang kurang lancar.
“Saya sempet deg-degan tapi setelah mencoba berkomunikasi ternyata menyenangkan,” ujar Hima.
Sama dengan Hima,pelajar yang lain Indah Wahyuni pun juga menjajal kemampuan berbahasa Inggris-nya. Indah sempat menanyakan bagaimana kesan mereka tentang ITdBI.
"Kata mereka kompetisi ini cukup sulit, tapi mereka tetap bersemangat. Para pembalap itu terkesan dengan antusiasme masyarakat sepanjang rute yang mereka lalui," ujar Indah.
Mendengar apa yang disampaikan pembalap ini, Indah mengaku cukup terinspirasi. “Ini membuat saya sadar bahwa saya harus pintar berbahasa Inggris. Apalagi Banyuwangi sekarang banyak turis, saya harus cas cis cus,” ujar Indah dengan semangat.
Balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen telah menjadi agenda rutin (calendar of event) Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI). PAda tahun 2016 ini digelar dari 11 – 14 Mei 2016.
ITdBI telah mendapatkan peringkat ”excellent” dari UCI yang menjadikan ITdBI masuk sebagai tujuh kejuaraan balap sepeda terbaik di Asia dan menjadi yang terbaik di Indonesia. ITdBI 2016 terdiri atas empat etape sepanjang 567 kilometer.
ITdBI 2016 ini diikuti 100 pembalap dari 21 negara. Para pembalap tersebut tergabung dalam 20 tim yang terdiri atas 14 tim luar negeri dan 6 tim dalam negeri. Event ITdBI ini telah memasuki tahun kelima.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan even ini bukan sekadar hanya menggelar kejuaraan balap sepeda. Namun, imbuh dia, balap sepeda ini membawa dampak positif bagi Banyuwangi.
Even ini, diharapkan Anas akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat Banyuwangi agar lebih disiplin, suportif, dan terkoneksi dengan dunia global. Dicontohkan dia, siswa SD diimbau untuk ikut menonton lomba saat pembalap melintasi sekolahnya, agar mereka tahu makna sportif, serta menambah wawasan global mereka secara langsung.
"Banyak pelajar yang memanfaatkan acara ini untuk praktek langsung berbahasa asing. Ada yang berusaha mengajak ngomong bahasa Inggris. Bahkan tahun lalu saya temui ada yang mempraktekkan penguasaan bahasa Koreanya," pungkas Anas. (Humas )