Pembalap Perancis Taklukkan Etape Neraka Tour de Banyuwangi Ijen
Jumat, 8 Mei 2015
BANYUWANGI - Pembalap asal Perancis Peter Pouly dari tim Singha Infinite Cycling berhasil menjadi yang terbaik pada etape ketiga International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015, Jumat (8/5/2015). Pouly sendiri juga merupakan juara ITdBI 2014.
Pouly berhasil menaklukkan etape "neraka" menuju kaki Gunung Ijen yang berada di ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut dan merupakan level tertinggi di balap sepeda (hors categorie). Tanjakan menuju Gunung Ijen di Banyuwangi dikenal sebagai salah satu yang terekstrem di Asia karena ketinggiannya melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Di lereng jelang kaki Gunung Ijen, para pembalap bahkan harus beradu pancal dengan kemiringan 45 derajat.
"Rute tanjakan memang spesialisasi saya. Meskipun begitu, tanjakan ke Gunung Ijen Banyuwangi ini sangat berat. Pembalap mana pun boleh mengklaim sebagai climber, tapi kalau belum bisa menaklukkan tanjakan Gunung Ijen belum bisa disebut climber sejati," kata Pouly usai balapan.
Etape ketiga hari ini start dari kawasan laut Muncar dan berakhir di Paltuding, kaki Gunung Ijen. Pouly berhasil mencatatkan waktu 3 jam, 46 menit dan 52 detik. Posisi kedua direbut Daniel Whitehouse (Australia) dari UKYO Team dengan selisih 1 menit dan 35 detik. Di posisi ketiga ada Benjami Prades Raventer dari Matrix Powertag Team Powertag dengan selisih 3 menit dan 20 detik.
"Saya akan menjaga diri untuk etape terakhir besok agar tetap bisa menjadi juara umum," kata Pouly.
Kemenangan Peter Pouly pada etape ketiga ITdBI mengantarkan dia merebut yellow jersey sebagai tanda pemimpin lomba. Pouly juga merebut red-polkadot jersey sebagai tanda raja tanjakan. Untuk kategori green jersey atau raja sprint ada nama Benjami Prades yang merebutnya dari King Lok Cheung (Hong Kong). Sedangkan red and white jersey, simbol pembalap Indonesia terbaik, dikuasai oleh Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team.
Jalannya Balapan
Etape ketiga dimulai dengan rute yang relatif datar sepanjang lebih dari 20 kilometer. Tak heran bila para pembalap yang memiliki karakter sprinter, memanfaatkan kesempatan untuk untuk melakukan "breakaway" alias melesat meninggalkan rombongan besar. Rombongan kecil yang berjumlah sembilan pembalap memimpin di barisan terdepan.
Berdasarkan hasil intermediate sprint pertama di Gereja Maria Ratu, Curah Jati, pembalap Dominic Perez dari Team 7-Eleven Filipina memimpin. Disusul Elan Riyadi dari Timnas Indonesia, Parno asal KFC dan Rendra Bayu Nugroho dari Puslatda Jatim. Mereka, bersama enam pebalap lainnya, meninggalkan rombongan besar dengan gap lebih dari lima menit.
Tak heran bila pada King of Mountain (KOM) pertama di kawasan Sumberasri, para leader itulah yang mendominasi. KOM pertama menjadi milik Perez. Disusul Rendra dan Parno. Hingga KM 40, formasi pebalap tak berubah. Perez kembali menjadi yang tercepat pada intermediate sprint kedua di kawasan Srono. Ia dibuntuti Elan Riyadi, Parno dan Rendra Bayu.
Setelah itu para rider melewati rute datar sepanjang kurang lebih 50 kilometer, dari kawasan Srono hingga kawasan Licin. Formasi pembalap terdepan pecah lepas KM 70. Sebanyak empat pembalap melakukan break. Mereka adalah Elan Riyadi, Siu Wai Ko dari HKSI, Maher Hasnoui dari Skydive Dubai dan Patrick Sharpe dari St George Merida.
Rombongan kedua juga diisi empat rider, yakni Dominic Perez asal 7-Eleven, Oscar Pujol Munoz dari UKYO, Daiki Yasuhara dari Matrix Powertag, dan Rendra Bayu dari Puslatda Jatim. Hingga KM 100, Elan Riyadi memimpin sendirian di barisan terdepan. Sedangkan Parno mengalami kecelakaan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Para pebalap mulai menginjak tanjakan ekstrim di Desa Jambu, Licin.
Thomas Rabou dari Gusto Team Italia merebut KOM kedua di kawasan Jambu, Tamansari. Ia dibuntuti Vladimir Gusev dari Skydive Dubai dan Puoly. Pouly yang sejak awal menyimpan tenaga, menyodok di 20 kilometer menjelang KOM ketiga sekaligus garis finish. Pouly merebut KOM ketiga, diikuti Whitehouse dan Prades. Ketiga pembalap inilah yang finish terdepan di etape "neraka" ini. (Humas & Protokol