Pemkab Banyuwangi Dapat Kuota 51 CPNS Formasi Umum

Senin, 7 Juli 2014


BANYUWANGI  - Setelah 3 tahun mengalami pemberlakuan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), akhirnya tahun ini Kabupaten Banyuwangi mendapatkan kuota penerimaan CPNS formasi umum sebanyak 51 orang. Ini disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas di Kantor Bupati, Jumat (4/7).

Bupati Anas mengatakan, kuota penerimaan CPNS formasi umum sebanyak 51 orang dari pemerintah pusat merupakan kesempatan baik bagi Banyuwangi untuk memenuhi beberapa formasi yang sangat dibutuhkan oleh Pemkab. “Karena itu kesempatan ini tidak akan disia-siakan. Belum tentu tahun depan dibuka lagi,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, jumlah kuota 51 orang tentunya belum dapat memenuhi semua kekosongan formasi di tubuh Pemkab, untuk itu akan ada skala prioritas perekrutan SDM. “Karena terbatas maka skala prioritas penerimaan CPNS akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan formasi yang spesifikasinya mendesak dan butuh keahlian tertentu,” ujar Bupati.

Bupati menyebutkan beberapa formasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Pemkab antara lain jurusan Akuntansi, Hukum, Teknik Pertambangan,  Teknik Geodesi, Arsitek dan Teknik Kimia. “Kebutuhan tenaga akuntan sangat mendesak di Pemkab karena hampir semua SKPD membutuhkan. Apalagi kita dihadapkan dengan kualitas pengelolaan daerah yang  terus meningkat. Juga ahli hukum untuk analisa berbagai kebijakan. Kita juga butuh analis pertambangan dan  tenaga arsitek yang berkualitas,” urai Bupati.

Untuk mendapatkan CPNS yang berkualitas Bupati mengatakan akan tetap menerapkan standarminimal  Index Prestasi Kumulatif (IPK) seperti perekrutan pada tahun 2010. Yakni minimal IPK 3,00 untuk pendaftar dari universitas negeri dan 3,5 untuk pendaftar dari universitas swasta. “Kami berharap dengan penerapan standar IPK, banyak orang hebat yang akan mendaftar untuk mengisi pos-pos pemerintahan, sehingga 51 CPNS ini akan menjadi vitamin bagi kinerja birokrasi Banyuwangi,” cetus Bupati.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sih Wahyudi mengatakan  pendaftaran CPNS tahun 2014 dibuka antara Juli sampai September. Namun sampai hari ini (7/7), tanggal pasti pendaftaran belum ditentukan. “kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat,” kata Sih Wahyudi.

Sih Wahyudi menambahkan pendaftaran CPNS kali ini akan menggunakan model baru, yakni secara online. Saat ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN) masih menyusun format baru tersebut. “pendaftaran online secara nasional. Peserta tidak bisa lagi mendaftar lebih dari satu tujuan. Mereka yang mendaftar di Banyuwangi tidak bisa lagi mendaftar di daerah lain,” uajar Sih.

Sedangkan untuk proses pelaksanaan ujian CPNS, Sih Wahyudi mengaku BKD telah siap dengan program computer Adaptive Test (CAT). Saat ini sebanyak 50 perangkat komputer telah disiapkan untuk pelaksanaan tes bagi pendaftar CPNS di Banyuwangi. “Karena komputernya ada 50 maka nanti pelaksanaan ujian akan terdiri dari beberapa gelombang. Untuk soal tes setiap gelombangnya akan diacak jadi tidak akan sama, ”tandasnya.

Usai melakukan tes, lanjut Sih, peserta akan langsung mengetahui nilai hasil ujian yang dikerjakannya saat itu juga. “Jadi peserta langsung tahu berapa nilainya. Apakah bagus atau tidak. Untuk menentukan kelulusan akan dilakukan perangkingan dari seluruh nilai yang dihasilkan peserta, nilai tertinggi yang akan lolos. Dengan sistem ini dapat dipastikan seluruh proses perekrutan berjalan dengan jujur dan terbuka,”pungkas Sih Wahyudi. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :