Pemkab Banyuwangi Gandeng Kementrian PU Sosialisasikan Pemanfaatan Bagian Jalan
Rabu, 26 November 2014
BANYUWANGI – Tidak banyak orang tahu mengenai manfaat Insfrastruktur jalan, tahunya masyarakat jalan merupakan salah satu akses yang harus disediakan pemerintah sebagai sarana transportasi. Mengingat hal itu, bersama Balai besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat, pemkab Banyuwangi menggelar sosialisasi pemanfaatan bagian- bagian jalan.
Acara yang diselenggarakan Kementrian PU ini digelar di Aula Minakjinggo, Pemkab Banyuwangi Rabu (26/11), dengan sasaran para Camat Se kabupaten, Kepala Desa yang dilalui jalur alteri, UPTD Provinsi Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kepala satker terkait.
Pada kesempatan ini Kepala Balai besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Kementerian PU, Dr Hedy Rahardian, menegaskan betapa pentingnya pengetahuan manfaat jalan, karena dilihat tingkat keselamatan penggguna jalan masih kurang, sehingga banyak sekali terjadi kematian akibat kecelakaan di jalan. “Dari data kami menyebutkan tiap tahun jumlah angka kematian akibat kecelakaan di jalan, baik jalan nasional, provinsi dan jalan kabupaten sekitar 35 ribu jiwa. Dari jumlah itu, Banyuwangi tergolong paling rendah dibanding daerah pantura yang lainnya, “kata Hedi.
Meski demikian, lanjut dia masyarakat tetap harus perlu mengetahui manfaat bagian –bagian jalan ini, sehingga jalan tidak mudah rusak dan berfungsi seperti teoritisnya. “Saya ingin masyarakat punya kepedulian menjaga aset jalan, baik jalan alteri (jalan nasional, red), jalan kolektor (provinsi, red) maupun jalan desa. Sehingga tetap terpelihara, indah dan cantik,” kata Hedi.
Sementara itu, Sekkab Slamet Kariyono menambahkan, sinergi pengetahuan pemanfaatan jalan ini penting sekali. Karena untuk pemeliharaan jalan ini harus dilakukan secara kroyokan agar masyarakat mengerti, mana jalan nasional, kolektor atau jalan kabupaten. “Bahkan, saat kami melintas dan mendapati ruang jalan dimanfaatkan tidak sesuai ketentuan, misalnya bangunan yang ditepi jalan harus mundur sekitar tujuh meter,kami secara tegas akan menegur dan meminta masyarakat untuk membuat bangunan sesuai ketentuan,” kata Sekkab.
Sekedar diketahui, jumlah panjang jalan kabupaten adalah sekitar 3.000 kilometer (km), jalan nasional 120 (km) dan jalan kolektor sekitar 90 (km). Sementara jalan yang telah dibangun pemkab Banyuwangi, pada tahun 2012 sepanjang 250 km, 2013 300 km dan 2014 sepanjang 400 km. Sedangkan kekuatan jalan sendiri rata-rata 2,7 jam per 100 km. Melihat hal itu, pemerintah pusat juga berencana melipat jarak tempuh yang jauh dengan waktu penddek, salah satunya menambah panjang tol di Jawa Timur. “Saat ini kan masih sampai Surabaya – Pasuruan. Target kami jalan tol nanti bisa sampai ke Ketapang,” ujarnya. (Humas Protokol)