Pemkab Banyuwangi Gelar Pasar Murah Sembako Selama Ramadhan
Kamis, 26 Mei 2016
<span 1.6em;"="">BANYUWANGI – Menjelang bulan Ramadhan 2016 mendatang, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Bulog akan menggelar operasi pasar murah sembako. Sejumlah komoditas bahan pokok, mulai beras premium, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu akan dijual di bawah harga pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Hary Cahyo Purnomo mengatakan, operasi pasar (OP) akan digelar mulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2016. “OP ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Banyuwangi. Setiap hari, OP akan digelar mulai pukul 08.00 – 13.00 WIB di dua titik yang berbeda secara bergantian,” kata Hary.
Hary menambahkan, operasi pasar ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan, serta menekan laju inflasi di Banyuwangi. “Selama bulan puasa biasanya konsumsi masyarakat justru meningkat. Ditakutkan hal ini akan memicu terjadinya kenaikan harga. Lewat OP ini kami harap sebagai cara menjaga ketersediaan sembako dan mengendalikan harga bahan pokok,” kata Hary.
OP akan digelar di 20 pasar yang tersebar di Banyuwangi. Di antaranya pasar Blambangan, Licin, Rogojampi, Songgon, Genteng, dan Sumbergondo. “OP ini akan diawali dari pasar Banyuwangi dan pasar Jajag pada tanggal 1-2 Juni 2016. Berturut-turut menyusul pasar lainnya yang tersebar di 16 kecamatan,” kata Hary.
Dikatakan Hary, harga sembako di OP ini dipastikan lebih murah dibandingkan harga sembako di pasaran. Seperti beras hanya dijual dengan harga Rp. 8.750 /kg. Selisih harganya bisa sampai seribu lebih per kilogram dibandingkan harga beras di pasar yang mencapai Rp. 9.800,-. Untuk beras dijual dalam bentuk kemasan (sak) dengan isi 5 kg tiap sak.
Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga Rp 11.500 / liter, gula pasir Rp. 12.750 / kg dan tepung terigu Rp. 7.250 / kg. Untuk semua jenis sembako tersebut, setiap orang hanya diperkenankan membeli masing-masing dua paket. “Kalo beras maksimal 10 Kg atau 2 sak, minyak goreng 2 liter, tepung terigu dan gula pasir masing-masing 2 Kg,” lanjutnya.
Hary melanjutkan, setiap titik operasi pasar ini setiap hanrinya ditargetkan bisa mendistribusikan sebanyak 650 kg beras, 750 liter minyak goreng, 200 kg tepung terigu dan 750 kg gula pasir. “Sehingga selama satu bulan kami perkirakan konsumsi masyarakat Banyuwangi akan beras premium sebesar 13 ton, gula pasir 15 ton, tepung terigu 4 ton, dan minyak goreng 15.000 liter,” ujar Hary.
Selain menggelar operasi pasar, Disperindagtam akan menggelar fasilitasi pasar murah bekerja sama dengan Bulog dan pasar moderen di 6 kecamatan mulai tanggal 8 Juni hingga 5 Juli 2016. Disperindagtam juga akan menggelar operasi pasar murah khusus komoditi gula bekerja sama dengan Perusahan Pedagang Indonesia (PPI) dari tanggal 25 Mei- 2 Juli 2016. (Humas)