Pemkab Banyuwangi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan gunungan buah-buahan

Minggu, 10 Desember 2017


BANYUWANGI – Ada yang berbeda pemandangan di Masjid Babusalam Pemkab Banyuwangi, Sabtu malam (9/12), pasalnya masjid yang berada di tengah kantor Bupati Banyuwangi itu dipenuhi gunungan buah-buhan yang didekorasi  sangat cantik. Selain ada banyak buah, masjid pemkab ini juga didesain sangat bagus, penuh bunga-bunga melati disana-sini. Kendahan dekorasi masjid ini ternyata untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah. Selain keindahan masjid, gema shalawat, serekalan dan pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW terus berkumandang, di masjid kebanggaan karyawan karyawati pemkab ini. Seolah mengajak siapapun untuk ikut bersama merayakan hari kelahiran nabi akhir zaman ini. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengungkapkan peringatan ini sebagai wujud cinta kita terhadap Rasulallah. “Rasa cinta dan syukur kita kepada jujungan Nabi Muhammad harus selalu kita jaga, makanya semua kita dekorasi seindah mungkin.  Apalagi ini kita persembahkan untuk nabi yang akan berikan syafaatnya pada kita semua kelak,” kata Bupati Anas, ketika membuka peringatan Maulid ini. Ditambahkan Bupati Anas, peringatan Maulid berbeda dengan sebelumnya. Salah satunya ada  tumpeng raksasa dengan hiasan ribaun buah asli Banyuwangi. Seperti jeruk, buah naga, pisang, anggur dan juga ada sayuran kacang panjang, kubis, cabe merah dan terung. “Semua ini boleh dimakan semua, karena selain enak makanan juga penuh berkah,’ kata Anas.   Selain keberkahan makanan, kata Bupati Anas, setiap orang yang menghadiri peringatan Nabi akan mendapat manfaat yang luar biasa. Diantaranya doa yang kita panjatkan akan dihijabahi dan dikabulkan. “Karena itu, kami mengajak semua kepala SKPD dan masyarakat yang hadir untuk bersunguh-sungguh memohon kepada Allah SWT di hari istimewanya Nabi ini,” kata Bupati Anas. Peringatan Maulid di masjid pemkab ini diawali sholat magrib bersama dan ditandai dengan pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu. Selain itu juga ada siraman rohani yang disampaikan, Ustad H Ahmad Nurul Musyataha, dari Banyuwangi. Usai mendengarkan ceramah, hadirin diajak sholat Isya berjamaah dan diakhir acara makan tumpeng bareng dan berebut buah-buahan. (*)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :