Pemkab Banyuwangi Serahkan Aset Poliwangi Ke Kemendiktiriset
Jumat, 14 Agustus 2015
BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyerahkan aset Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kepada Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Dengan penyerahan aset ini Poliwangi kini telah resmi berada di bawah pengelolaan Kementrian tersebut.
Penyerahan dokumen penyerahan aset tersebut dilakukan antara Pemkab Banyuwangi yang diwakili Asisten Administrasi Umum Fajar Suasana dan Kepala Bagian Umum Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Jatmiko, di aula Poliwangi, Jumat (14/8).
Jatmiko mengatakan pada penyerahan aset ini Kemenrisetdikti menerima aset berupa aula Poliwangi dan landscape yang nilainya mencapai Rp. 5,3 M. Kedua aset ini melengkapi penyerahan bagian aset Poliwangi yang sebelumnya telah dilakukan. Dengan begitu sekarang Poliwangi secara resmi berada di bawah pengelolaan Kemenristek. “Poliwangi telah menjadi bagian dari 127 perguruan tinggi negeri di Indonesia dibawah pengelolaan Kemenrisetdikti,” kata Jatmiko.
Terkait dengan pengembangan Poliwangi setelah berada dibawah Kemenrisetdikti Jatmiko mengatakan kalau kementrian akan menghilirisasi kegiatan-kegiatan riset dan praktek industri untuk lebih dikembangkan lagi. “ Ini sesuai dengan amanat Menteri Ristekdikti dimana kita ingin perguruan tinggi daerah dapat terus berkembang,” ujarnya.
Direktur Poliwangi Asmuji mengatakan penyerahan aset yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi kepada Kemenrisetdikti tidak hanya aula Poliwangi dan landscape tapi juga semua sertifikat-sertifikat tanah dan bangunan yang ada di Poliwangi. Total luas lahan Poliwangi saat ini yang diserahkan sejumlah 9,5 hektar. “Penyerahan aset dan sertifikat ini sangat penting sekali artinya bagi Poliwangi karena memberikan kepastian hukum bagi keberlangsungan pengembangan pendidikan Poliwangi kedepan,” kata Asmuji.
Asmuji menjelaskan dengan adanya kepastian hukum tersebut, Kemenristekdikti akan leluasa dalam mengembangkan berbagai program studi. Apalagi menurut Asmuji Kementrian telah memiliki banyak rencana pembangunan di lokasi tersebut. “ Misalnya saja kementrian mempunyai rencana untuk membangun berbagai laboratorium sains terapan untuk mendukung program studi yang baru disini. Seperti Laboratorium bidang agribisnis, dan pariwisata,” terang Asmuji.
Belum lagi, lanjut Asmuji masih ada dua prodi yang merupakan amanat langsung dari Menteri Ristekdikti yang akan di keluarkan oleh Poliwangi yakni Prodi Pengelasan dan Jaringan. Kedua Prodi ini juga akan dilengkapi dengan Laboratorium.
“Untuk pengembangan Poliwangi kedepannya kami juga akan mengajukan lagi 40 hektar lahan untuk perluasan Poliwangi kepada Kementrian melalui dana APBN. Inilah salah satu keuntungan lagi dengan adanya kepastian hukum Poliwangi dibawah Kemenrisetdikti,” imbuh Asmuji.
Sementara itu Asisten Administrasi Umum Fajar Suasana menambahkan dengan penyerahan aset Poliwangi kepada kementrian pihak Pemkab berharap pendidikan di Poliwangi akan semakin maju baik secara kualitas maupun kuantitas. “Kami berharap Poliwangi akan menyumbangkan SDM yang berkulitas bagi Banyuwangi dan menjadi magnet baru pendidikan bagi mahasiswa baru dari daerah lain sehingga ikut menjadi kan daerah lebih maju,” pungkas Fajar. (Humas protokol)