Pemkab Bekali Pelaku Pariwisata Banyuwangi dengan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan
Kamis, 17 Maret 2016
BANYUWANGI - Semangat Pemkab Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas kepariwisataan di Banyuwangi tak kunjung surut. Untuk melejitkan pariwisatanya, kali ini Banyuwangi membekali berbagai komponen dan pelaku pariwisata Banyuwangi dengan menggelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan.
Kegiatan yang digelar di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi ini direncanakan berlangsung selama 2 hari, mulai hari ini, Kamis (17/3) hingga Jumat besok (18/3). Peserta pelatihan berasal dari berbagai elemen pelaku pariwisata, antara lain kelompok sadar wisata (Pokdarwis), PKL Obyek Wisata, agen travel, perhotelan, restoran, media dan para stakeholder yang terkait dengan kepariwisataan di Banyuwangi.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, dengan adanya pelatihan dasar SDM kepariwisataan ini diharapkan ke depannya dapat meningkatkan kualitas pelayanan para pelaku wisata yang ada di Banyuwangi. “Dengan dibekalinya para pelaku pariwisata ini ke depan akan tercipta SDM-SDM unggulan yang dapat memberikan pelayanan prima kepada wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi," tandas Bram, sapaan akrabnya.
Terdapat 4 narasumber dalam kegiatan ini yang mengajak langsung para peserta sharing seputar pariwisata Banyuwangi. Antara lain, Plt. Kadisbudpar, M.Y. Bramuda; Kadis Koperasi dan UMKM, Alief Rahman; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan, Hary Cahyo Purnomo, serta Ketua PHRI Banyuwangi, Asma'i Hadi.
Bramuda memaparkan tentang program-program kerjasama (MoU) dengan instansi terkait untuk pengembangan pariwisata Banyuwangi 2016, program pengembangan kawasan strategis pariwisata berbasis culture village touris, serta program pembangunan infrastruktur di obyek wisata yang ada di Banyuwangi. Sementara Alief Rahman lebih mengarah pada revolusi mental dan restorasi sosial bagi pelaku usaha dan Pokdarwis. Hary Cahyo khusus mengupas tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Sedangkan Asma’i Hadi fokus pada pelayanan prima pelaku-pelaku pariwisata.
“Hari ini saya jadi tahu banyak hal. Ternyata untuk melayani tamu atau wisatawan tidaklah sekedarnya saja, tapi ada ilmunya agar mereka terkesan. Kalau wisatawan terkesan dengan kuliner, tempat wisata dan pelayanannya, maka yang bagus adalah nama Banyuwangi. Dan mereka pasti ingin kembali kemari lagi lain waktu,” kata salah seorang peserta. (Humas)