Pemkab Bekasi Belajar Majukan Pariwisata dan Layanan Publik ke Banyuwangi

Selasa, 18 Oktober 2016


BANYUWANGI- Terkagum-kagum perkembangan pariwisata Banyuwangi yang pesat dalam 5 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. Rombongan pemkab Bekasi yang dipimpin Asisten Daearah (Asda) II Bidang Ekonomi Pembangunan, Oded Supriatna Yahya, yang ingin mengetahui cara pengelolaan pariwisata Banyuwangi itu, diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, di lounge pelayanan publik, Selasa (18/10).

Dikatakan Oded, pamor Banyuwangi saat ini telah kesohor kemana-mana terutama destinasi wisatanya selalu menjadi tujuan wisatawan baru. Apalagi kolaborasi pariwisata dengan even yang dibuat Banyuwangi membuat pihaknya ingin belajar penuh bagaimna keberhasilan Banyuwangi membuat event-event pariwisata berkelas.

 “Kemajuan Banyuwangi di bidang pariwisata inilah yang membuat kami menjadikan Banyuwangi sebagai tempat tujuan belajar. Apalagi banyak media mengabarkan prestasi Banyuwangi  yang excellent, utamanya di bidang pariwisata,” ujar Oded.

Selain itu, kata Oded, pihaknya juga ingin tahu resep bagaimana top leader  Banyuwangi dalam menggerakkan SKPD-nya sehingga bisa kompak dalam menangani puluhan event yang rutin digelar Pemkab Banyuwangi.

“Inilah yang menjadi motivasi  utama kami datang kemari. Bagaimana antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling bersinergi satu sama lain, baik dalam penyelenggaraan suatu acara maupun dalam menuntaskan pelayanan publik melalui Informasi Teknologi (IT),” kata Oded.

Terkait IT, kata Oded, Banyuwangi sudah tidak diragukan lagi. Semua pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan IT. Bahkan, untuk pengelolaan anggaran Banyuwangi juga dinilai sangat transparan. “Itu yang membuat kami takjub dan benar-benar ingin belajar segalanya di Banyuwangi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pariwisata digenjot karena terbukti ikut mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Banyuwangi melonjak 62 persen dari Rp20,8 juta per orang per tahun (2010) menjadi Rp33,6 juta (2014), dan pada 2015 diprediksi menembus Rp 38 juta. Pendapatan per kapita Banyuwangi berhasil melampaui sejumlah kabupaten/kota di Jatim yang sebelumnya selalu di atas Banyuwangi.

Sektor wisata juga menjadi pengungkit sektor lain seperti infrastruktur, salah satunya Bandara Blimbingsari.  Jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi sendiri terus mengalami peningkatan. Tercatat pertumbuhan penumpang melonjak hingga 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Hingga Agustus 2016, bandara tersebut telah melayani lebih dari 71.000 penumpang. Sampai akhir tahun, total jumlah penumpang diprediksi sedikitnya 120.000 orang.

Sementara Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Banyuwangi pada tahun ini ditargetkan mencapai 50.000 orang, naik dibanding tahun lalu yang sekitar 40.000 orang. Adapun wisatawan domestik ditargetkan bisa menembus 2 juta orang dari posisi tahun lalu sebesar 1,7 juta. Jumlah wisatawan ini diverifikasi dari data hotel dan pengelola destinasi wisata.

Untuk pelayanan publik, Banyuwangi memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan facebook untuk menerima aduan tentang permasalahan kemiskinan dan permasalahan lain sebagainya. Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat.

"Berkat kemajuan teknologi, saya merasa terbantu karena banyak pengaduan yang direct ke saya. Saya sudah bentuk grup messenger dengan kepala SKPD, saya capture dan langsung kita handle. Mulai dari kasus kesehatan, jalan rusak, dan berbagai aduan tentang pelayanan publik semua segera kita respons penanganannya. Cara ini jauh lebih cepat, dan terbukti efektif. Kami target 4 jam semua masalah sudah harus tertangani” pungkas Bupati Anas. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :