Pemkab Berbagi Dengan Ratusan Penambang Belerang
Sabtu, 26 Juli 2014
Di penghujung bulan ramadhan 1435 H ini, Pemkab Banyuwangi melakukan aksi berbagi dengan para penambang belerang di Gunung Ijen. Pemkab bersama CSR Bank Jatim memberikan bantuan sembako dan sarung kepada 350 penambang belerang.
“Ini adalah bentuk perhatian Pemkab Banyuwangi kepada para penambang belerang di Gunung Ijen yang telah berperan serta dalam geliat pariwisata di Banyuwangi,” kata Bupati Anas saat menyerahkan langsung paket sembako kepada para penambang di aula kantor Kecamatan Licin Sabtu, (26/7).
Bupati mengatakan penambang belerang merupakan PR (public relation-red) penting bagi kegiatan pariwisata di Gunung Ijen. Karena para penambang inilah yang menjadi tempat bertanya para wisatawan saat berada di Gunung Ijen. “Wisatawan semakin ramai naik ke Ijen. Kami berharap para penambang belerang bisa terus memberikan pelayanan yang ramah kepada para wisatawan. Jangan lupa tersenyum,” kata Bupati.
Bupati juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para penambang belerang yang telah menjaga nama baik Banyuwangi di mata wisatawan. “Ustad yusuf mansyur pernah cerita ke saya kalau beliau takjub dengan pera penambang belerang di Ijen, karena saat ditanya mampu menceritakan tentang Banyuwangi dengan panjang lebar. Menurutnya slogan I love Banyuwangi benar-benar diresapi oleh para penambang belerang,” urai Bupati Anas.
Bupati menambahkan keberadaan gunung Ijen, telah membuat Kabupaten Banyuwangi khususnya Kecamatan Licin ditetapkan sebagai kawasan khusus agropolitan oleh pemerinah pusat. Untuk itu Bupati meminta agar masyarakat di Kecamatan Licin bisa memanfaatkan peluang ini sebagai daya tarik wisata selain Gunung Ijen.
”Warga bisa memperbanyak penanaman sayuran serta tanaman hortikultura di lahan yang dimiliki. Nantinya wisatawan tidak hanya datang ke Gunung Ijen, tapi setelahnya juga bisa beragro wisata ke rumah-rumah warga untuk mebeli aneka sayur dan buah. Ini akan menamah kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu Bupati juga membuka kesempatan untuk sesi dialog dengan para penambang. Salah satu penanya Madrusin, Ketua paguyuban penambang belerang sempat menanyakan program jaminan sosial kesehatan (jamsostek) bagi para penambang belerang. Dia bertanya bagaimana kelangsungan program tersebut karena para penambang belum mendapatkan kartu Jamsostek dan belum bisa menggunakan fasilitas kesehatan tersebut.
Bupati memberikan respons dengan menugaskan secara langsung kepada Camat Licin untuk menghubungi perusahaan pertambangan belerang untuk segera menyerahkan kartu Jamsostek. Sebagai langkah cepat Bupati juga menugaskan Plt kepala Dinas Kesehatan, untuk mendata para penambang belerang agar mendapatkan BPJS. “Pemkab meminta perusahaan agar memenuhi kewajiban dengan memberikan hak jaminan kesehatan bagi pekerjanya,” tandas bupati. (Humas protokol)