Pemkab Kebumen Belajar Berbagai Inovasi Banyuwangi

Senin, 11 Desember 2017


BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali kedatangan tamu, Senin (11/12). Kali ini dari Pemerintah Kabupaten Kebumen yang khusus ingin belajar tentang berbagai inovasi yang dimiliki Banyuwangi. Dipimpin Wakil Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, rombongan diterima Kepala BAPPEDA kabupaten Banyuwangi di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Wakil Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan, pihaknya banyak mendengar tentang berbagai aplikasi yang dimiliki Banyuwangi, yang menjadikan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini meraih banyak penghargaan.

“Karena itu kedatangan kami kemari untuk mereplikasi  berbagai aplikasi Banyuwangi. Seperti Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah (SAKIP), Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD), dan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (Simral). Kami juga ingin belajar berbagai inovasi lainnya. Terutama terkait system keuangan yang memudahkan untuk mengontrol sistem keuangan desa,” ujar Yazid yang membawa serta asisten bersama beberapa kepala dinas.

Yazid memastikanakan  segera melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Banyuwangi. Sebab daerahnya yang terdiri dari 26 kecamatan, yang terbagi atas 449 desa dan 11 kelurahan serta memiliki 1,3 juta jiwa, dirasa sangat membutuhkan aplikasi untuk mempermudah berbagai pengelolaan di sana.

Terkait pengelolaan keuangan Banyuwangi, dijelaskan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Samsudin, sistem pengelolaan keuangan daerah di Banyuwangi merupakan next step dari sistem perencanaan yang ada. Semuanya merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus mulai dari musrenbangdes.

“Mengapa kami akhirnya bikin aplikasi? Permasalahan awalnya terletak pada luas dan struktur geografis Banyuwangi, keterbatasan waktu, dan keterbatasan kualitas SDM pengelola keuangan. Akhirnya kami buatlah inovasi keuangan daerah berbasis teknologi informasi. Yakni e-tax, masyarakat bisa bayar tanpa berhubungan dengan kantor, bisa menggunakan android lewat layanan internet banking, sehingga jauh lebih memudahkan,” tutur Samsudin. (*)

 

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :