Pemkab Luncurkan Beasiswa Anak Cacat Berprestasi
Selasa, 28 Januari 2014
BANYUWANGI - Tahun ini Pemkab Banyuwangi meluncurkan beasiswa bagi anak cacat berprestasi. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Dwi Yanto, Senin (27/01).
Anak-anak cacat yang familiar pula dengan sebutan anak berkebutuhan khusus (ABK) tersebut, kata Dwi Yanto, dianggap layak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan sebagaimana anak-anak normal lainnya. "Dengan adanya pemberian beasiswa ini, paling tidak anak-anak difabel ( anak cacat, Red ) tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan layanan terbaik," tandasnya.
Program ini adalah yang pertama bagi Banyuwangi, sekaligus yang pertama pula di Indonesia. "Ini adalah bentuk kepedulian pemkab. Siapa pun kepala daerahnya nantinya, pemkab berkomitmen program ini tetap dijalankan," tegas Dwi.
Dijelaskan Dwi, beasiswa untuk ABK berprestasi ini akan diberikan mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga S1. Sistem seleksinya, sekolah negeri untuk anak cacat di Banyuwangi mulai SD, SMP, SMA diminta mengirimkan identitas dan daftar prestasi siswa didiknya kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi, dan akan diverifikasi siapa saja yang berhak mendapatkannya. "Seleksinya sudah dimulai pada bulan Januari ini, Februari sudah harus tuntas. Sehingga Maret sudah masuk pada tahap pelaksanaan. Paling tidak pada tahun ajaran baru bulan Juni - Juli mendatang, para ABK berprestasi ini tidak terlewatkan sudah mendapatkan beasiswa," terang Dwi.
Untuk tahun ajaran 2014 ini, tak hanya beasiswa ABK saja yang diluncurkan pemkab.Selain beasiswa untuk ABK yang dianggarkan sebesar total Rp 150 juta untuk 10 orang, mulai jenjang SD hingga S1, ada pula program Banyuwangi Cerdas (Bidik Misi), yakni menyekolahkan lulusan SMA berprestasi ke jenjang perkuliahan, dengan total anggaran Rp 750 juta untuk 50 orang. Kemudian, yang ketiga, beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dengan anggaran Rp 600 juta. Keempat, beasiswa anak yatim berprestasi sebesar total Rp 150 juta untuk 10 orang, mulai jenjang SD hingga S1.
Dwi menekankan agar pihak yang disasar tidak usah khawatir tidak ter-back up asalkan memenuhi persyaratan. Dana yang dikucurkan pun, jika dirasa kurang, nantinya akan di-PAK di tahun 2014.
Untuk diketahui, pada tahun sebelumnya, yakni 2011, 2012 dan 2013, program bidik misi ini mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan dunia pendidikan, khususnya dari keluarga kurang mampu yang memiliki anak-anak berprestasi. Dalam jangka waktu 3 tahun tersebut, untuk program ini telah digelontorkan dana sebesar Rp 1.865.000.000,- (Humas & Protokol)