Pemkab Paser Lakukan Penandatanganan MOU dengan Pemkab Banyuwangi
Rabu, 11 Oktober 2017
BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Selasa (10/10). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut secara langsung kehadiran rombongan Pemkab Paser yang dipimpin bupatinya, Yusriansyah Syarkawi.
Penandatanganan MOU yang dilakukan di Pendapa Kabupaten Banyuwangi tersebut terkait replikasi sistem aplikasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan daerah. Juga tentang pengembangan sumber daya manusia, pengembangan bidang teknologi informasi, dan berbagai bidang lainnya.
Bupati Paser, Yusriansyah Syarkawi mengatakan, kerjasama dengan Banyuwangi ini merupakan salah satu titik tolak yang penting untuk menentukan rumusan beberapa kebijakan ke depan. “Kami tahu Banyuwangi adalah daerah yang telah sukses meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui sistem manajemen perencanaan dan penganggaran yang transparan serta akuntabel. Karena itulah kami berguru secara khusus ke Banyuwangi untuk mewujudkan hal yang sama di tempat kami,” kata Yusriansyah.
Selain itu, Kabupaten Paser, imbuh Yusriansyah, penasaran dengan trik Banyuwangi hingga sukses dalam penyusunan laporan keuangan, memiliki sistem informasi yang tepat sehingga beroleh penghargaan dan maksimal dalam melakukan pelayanan publik. “Inilah yang menarik minat kami, selain tentunya datang kemari untuk mengukuhkan hubungan dalam bentuk kerjasama yang formal,” ujar Yusriansyah.
Kedatangan Bupati Paser yang diikuti Ketua DPRD Paser, Sekretaris Daerah, Asisten dan beberapa kepala dinas tersebut disambut baik Bupati Anas. Sambil menceritakan berbagai progress yang diraih Banyuwangi, Anas mempersilahkan para tamu untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
“Kami terus mendorong kinerja birokrasi kami agar mau maju dan menumbuhkan inovasi. Pelayanan prima dan kinerja pemerintahan terus kami tingkatkan, misalnya dengan melalui pelayanan publik berbasis online,” tandas Anas.
Hal itu dilakukan, lanjut Anas, lantaran tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sangat penting. Pelayanan yang cepat, tepat dan transparan menjadi tolok ukur.
“Silahkan saja apa yang baik dari Banyuwangi diambil untuk diadopsi dan diterapkan di Kabupaten Paser,” pungkas Anas. (*)