Pemkab Pastikan Tetap Beri Kesempatan pada Taksi Osing
Jumat, 16 Januari 2015
BANYUWANGI – Masuknya Taksi Bosowa ke Banyuwangi menimbulkan protes dari Taksi Osing hingga berujung demonstrasi, Rabu (14/1) lalu. Kedatangan Taksi Bosowa yang dinilai lebih bagus dan bersih secara tampilan fisiknya, argometernya sesuai dan ber-AC tersebut dianggap merebut lahan mereka.
Menanggapi aksi demonstrasi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Suprayogi mengatakan, sudah tiga tahun pihaknya terus memberikan kesempatan kepada Taksi Osing untuk berbenah. Meski sekarang Taksi Osing sudah tidak memiliki badan hukum lantaran telah bubar beberapa waktu lalu.
“Sebenarnya pemkab sudah memfasilitasi Taksi Osing dengan cara menghubungkannya dengan perbankan untuk memperoleh kemudahan kredit. Dengan kucuran kredit dari perbankan tersebut, mereka bisa membeli armada baru yang lebih representatif dan lebih layak,”ujar pria yang akrab disapa Yogi itu.
Dari 28 armada Taksi Osing, hanya 13 unit yang setuju untuk mengambil kredit perbankan. Namun belakangan, ke - 13 unit itu urung mengambil kredit karena di dalam tubuh paguyuban mereka terjadi perpecahan yang berbuntut pemecatan 13 orang tersebut.
Praktis permasalahan itu tak kunjung selesai. Menyusul munculnya keluhan dari warga Banyuwangi, maupun orang-orang yang berkunjung ke Bumi Blambangan ini, terang Yogi, yang menyatakan ketidaknyamanan mereka saat naik taksi. Sejak 2010 banyak keluhan terkait ketidaknyamanan taksi Banyuwangi, bau, argometer sering macet dan AC tidak menyala. Yogi menyebut hal itu sangat menohok dan memalukan, padahal yang naik taksi tidak hanya orang Banyuwangi saja, seiring pertumbuhan orang yang datang ke Banyuwangi yang lebih dari 1000 persen.
“3 tahun kami berusaha membina dan mendekatkan diri dengan mereka. Namun jika tak ada respon, tentu kami tak akan mengorbankan citra Banyuwangi. Perlu ada kompetitor yang lebih baik. Karena itu kami ijinkan Bosowa masuk,”tandas Yogi.
Jika semua armada taksi di Banyuwangi layak dan berkualitas, imbuh Yogi, orang akan senang datang ke Banyuwangi. Mereka pun tak kapok untuk datang lagi. “Harapannya, supaya orang datang ke Banyuwangi tak perlu bawa mobil. Turun dari bandara bisa langsung naik taksi. Dengan begitu, ekonomi rakyat akan menggeliat,” jelasnya.
Tapi, kata Yogi, Pemkab Banyuwangi tetap akan memberikan kesempatan kepada mereka. Pemkab tak akan melarang keberadaan Taksi Osing, sebab melarang itu bertentangan dengan UU. “Meski mereka tak lagi berbadan hukum, meski mereka mendemo kita, kita tetap akan memfasilitasi dan mendorong mereka untuk punya akses kredit,”tukas Yogi. (Humas & Protokol)