Pemkab Peringati HUT ke-96 Pemadam Kebakaran

Selasa, 17 Maret 2015


BANYUWANGI – Sebagai bentuk apresiasi kepada pemadam kebakaran, Pemkab Banyuwangi, Selasa  pagi (17/3),  menggelar upacara peringatan HUT ke 96 pemadam kebakaran.  Upacara yang diadakan di halaman pemkab itu diikuti para  pejabat komponen, karyawan pemkab serta tim pemadam kebakaran Banyuwangi lengkap dengan armada mobilnya dan baju lapangan yang mereka kenakan saat sedang bertugas memadamkan si jago merah . Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko bertindak selaku inspektur upacara.

“Peringatan Hari Pemadam Kebakaran Nasional ke 96 tahun 2015 ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada petugas pemadam kebakaran, sekaligus gerakan seruan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama mencegah kebakaran pemukiman dan  hutan demi menjaga dan mendukung kualitas ekosistem lingkungan hidup,” ujar Wabup Yusuf.

Wabup Yusuf mengingatkan pentingnya peran institusi pemadam kebakaran dan SKPD yang membidangi lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satpol PP dan BPBD dalam melakukan operasional inspeksi peralatan sarana dan prasarana proteksi kebakaran secara periodik kepada pelaku usaha dan memberdayakan komunitas Barisan Sukarelawan Pemadam Kebakaran.

Menurut Wabup, dari berbagai penelitian yang terpercaya, kebakaran diperkirakan menyumbang emisi gas rumah kaca 470 metric ton karbondioksida per tahun. Padahal pemerintah pusat  telah mencanangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen di tahun 2020. “Karena itu, perlu dilakukan upaya mitigasi melalui berbagai pengendalian berbagai aktifitas yang dapat menurunkan emisi gas rumah kaca serta pelibatan aktif para pihak yang secara langsung terlibat dalam gerakan ini,”kata Wabup Yusuf dalam upacara yang juga dirangkai dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional Bulan Maret ini.

Untuk diketahui, tanggal 1 Maret 1919 merupakan hari bersejarah bagi pemadam kebakaran di Indonesia. Perjuangan dan pengorbanan petugas pemadam kebakaran mulai dikenal dalam penyelamatan korban jiwa dan kerugian harta benda pada kejadian kebakaran besar di perkampungan melayu, tepatnya di Pasar Mester Jatinegara. Sebagai bentuk penghormatan terhadap petugas pemadam kebakaran, masyarakat Betawi di masa silam tepatnya pada 1 Maret 1929 memberikan plakat tanda penghargaan kepada Brandweer Batavia (pemadam kebakaran di masa itu), dimana di dalamnya tertulis hari ulang tahun yang ke-10.

Atas dasar plakat tanda penghargaan tersebut, selanjutnya setiap 1 Maret, masyarakat memperingati sebagai hari pemadam kebakaran untuk mengenang perjuangan para fire fighters tersebut.  Mereka dikenal sebagai tim  yang selalu siap siaga sepanjang hari, sigap merespon waktu tanggap darurat kebakaran dengan semboyannya : ‘Pantang pulang sebelum api padam walau pun nyawa taruhannya’. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :