Pemkab Pringsewu MoU dengan Pemkab Banyuwangi

Jumat, 15 September 2017


BANYUWANGI – Berbagai inovasi yang digulirkan Kabupaten Banyuwangi, mampu mengantarkan daerah ini meraih segudang prestasi. Hal ini menarik banyak daerah datang ke Banyuwangi untuk belajar, bahkan mengadopsi inovasi-inovasi tersebut. Kali ini, giliran Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung yang serius ingin menimba ilmu dari Banyuwangi.

Hal itu dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Pringsewu dan Pemkab Banyuwangi, Jumat (15/9). MoU tersebut terkait pengembangan potensi daerah. Ruang lingkup kesepakatannya meliputi 8 bidang, diantaranya tata kelola pemerintahan, pemerintahan desa, pariwisata dan kebudayaan, pelayanan perijinan, serta pelayanan publik.

“Sudah lama kami ingin ke Banyuwangi. Kami terpesona karena hampir setiap hari ada kabar tentang capaian Banyuwangi di media sosial. Alhamdulillah, sekarang kesampaian, kamibisa melihat langsung, sekaligus belajar banyak hal di sini. Terutama tentang tata kelola pemerintahan berbasis IT yang telah diterapkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Pringsewu, Sujadi, usai penandatanganan MoU di Pendopo kabupaten, Jumat (15/9).

Tak tanggung-tanggung, Sujadi mengajak serta jajaran birokrasinya mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten, Inspektur, hingga kepala SKPD. Selama empat hari, rombongan ini mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata maupun  tempat pelayanan publik di Banyuwangi. Salah satunya, lounge pelayanan publik yang berada di Kantor Dinas Bupati Banyuwangi. Di ruang tunggu modern nan nyaman ini, mereka sempat melihat berbagai capaian program Pemkab Banyuwangi melalui deretan layar komputer yang tersedia di sana.

“Setelah melihat langsung, ternyata Banyuwangi memang sudah maju. Ini kesimpulan saya setelah dua kali kami makan di rumah makan yang berbeda, selalu bertemu dengan rombongan bule. Padahal, bule gak mungkin berkunjung kalau daerahnya tidak punya daya tarik. Kami juga senang berada di sini, kalau perlu diperpanjang hingga 40 hari juga gak apa-apa supaya bisa belajar lebih banyak lagi,” selorohnya.

Sementara itu, Bupati Anas mengaku sangat senang Banyuwangi bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Bupati dua periode itu pun mempersilahkan Pemkab Pringsewu untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Banyuwangi. “Yang paling cepat memang benchmarking, tinggal mengkloning inovasi yang sudah terbukti jalan dari daerah lain untuk diterapkan di daerah kita,” ujar bupati 44 tahun tersebut.

Anas juga berbagi tips bagaimana Banyuwangi bisa maju. Salah satunya melalui pelibatan masyarakat dalam setiap program pemerintah. Salah satunya, melalui agenda wisata Banyuwangi Festival (B-Fest). “Ini adalah cara kami mendongkrak pariwisata daerah, selain juga untuk melibatkan PNS dan masyarakat. Setiap even yang kami gelar, tidak ada yang ditangani even organizer (EO), melainkan oleh para PNS sendiri. Cara seperti ini, bisa menghilangkan ego sektoral antar SKPD sehingga semuanya selalu dapat bekerja sama untuk kemajuan daerah,” urai Anas.

Selain itu, pemkab juga mendorong setiap SKPD untuk memunculkan inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Seperti beberapa hari lalu, kami baru saja meluncurkan layanan Gancang Aron, dimana para apoteker mengantar obat langsung ke rumah pasien. Ini kami gagas, karena sering menjumpai antrian panjang pasien di loket apotek rumah sakit. Dengan layanan ini, kami harap tidak ada lagi antrian panjang di apotek,” tutup Anas. (*)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :