Pemudik Banyuwangi – Sapeken Mudik Gratis

Sabtu, 11 Juli 2015


BANYUWANGI – Memasuki hari ke – 24 puasa Ramadhan 1436 Hijriyah, geliat arus mudik semakin terasa. Tak terkecuali para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya di Sapeken, Madura. Kali ini mereka bisa menikmati pulang kampung gratis dengan kapal laut karena difasilitasi  oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. Seperti yang terlihat dalam mudik perdana tahun 2015 yang dilepas oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sabtu (11/7) di Pelabuhan Tanjungwangi.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Yusuf menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. Karena ini adalah untuk kali kelima, Banyuwangi dipercaya menjadi lokasi titik pemberangkatan mudik gratis dengan kapal laut tujuan Pulau Sapeken-Madura.

“Kami berterima kasih sekali. Kegiatan semacam ini tentunya sangat diharapkan, karena banyak saudara-saudara kita yang ingin merayakan hari kemenangan bersama seluruh keluarga besarnya. Semoga kegiatan yang positif dalam rangka memberikan pelayanan kepada publik ini, ke depan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan penyelenggaraannya,” kata Wabup Yusuf.

Ditambahkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi Banyuwangi, Agus Sularto, mudik gratis ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. Mudik gratis tujuan Pulau Madura dan sekitarnya via kapal ini, dilaksanakan di tiga pelabuhan. Rutenya Surabaya - Masalembo, Tanjung Wangi - Sapeken, Kalianget - Kangean.

Agus menjelaskan, kali ini penumpang akan diangkut oleh Kapal Motor (KM) LSJ 501. Kapal dengan berat 546 GT tersebut mampu menampung 200 penumpang. Namun demi kenyamanan selama di perjalanan, kapasitas penumpang per hari hanya dibatasi 150 orang. Dan mereka diperkenankan membawa barang bawaan maksimal 20 Kg per orang. "Ini adalah upaya kami untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Supaya tidak berjubel di kapal," ujar Agus.

Menariknya, mudik gratis perdana ini dinakhodai oleh seorang kapten wanita yang punya jam terbang cukup tinggi. “Nakhodanya adalah Kapten Silvane Sambur asal Manado yang telah piawai mengemudikan kapal. Kapten Silvane merupakan ahli teknik tingkat III (ANT III),” terang Agus.

Mudik gratis ini dilayani pada  tanggal 11, 13, dan 15 Juli. Sementara untuk arus baliknya  18, 20 dan 22 Juli. "Kalau lewat tanggal itu, mereka bisa diangkut dengan kapal perintis, namun tiketnya cukup murah," tuturnya.

Rute Banyuwangi – Sapeken sendiri, secara reguler dilayari dua kapal laut perintis, yakni KM Sabuk Nusantara 27 dan KM Amukti Palapa. Dua kapal ini punya trayek rutin ke Banyuwangi – Sapeken setiap 14 hari sekali.  Banyuwangi – Sapeken yang berjarak 120 mil bisa ditempuh dengan waktu 12 – 14 jam.

Agus menghimbau para penumpang agar selama perjalanan mereka tetap tertib, disiplin, tidak merokok di luar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Sebab sangat riskan terjadi kebakaran.

Mudik ini ternyata tidak hanya diikuti mereka yang berdomisili di Banyuwangi, namun masyarakat luar kota juga banyak. Salah satunya Mindawati. Wanita kelahiran Sumenep yang selama ini tinggal di Bali tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya mudik gratis yang baru pertama kali diikutinya  ini. “Saya jadi hemat ongkos, apalagi keberangkatan ke Pulau Sapeken untuk menengok dan berlebaran bersama orang tua saya ini juga mengajak 5 orang anggota keluarga saya,” kata Minda yang  tiba di Banyuwangi sejak malam tadi. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :