Penambang Belerang Disiapkan Jadi Pemandu Wisata
Selasa, 2 Juli 2013
BANYUWANGI – Setelah melakukan perbaikan jalan menuju Gunung Ijen, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengupayakan pengembangan pariwisata di kawasan ini. Sejumlah perbaikan dan penambahan infrastruktur hingga penyiapan sumber daya manusia terus dilakukan. Salah satunya menjadikan penambang belerang sebagai pemandu wisata.
Dijelaskan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, para penambang belerang tersebut akan dibekali kosa kata dasar bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Prancis hingga Bahasa Arab. Misalnya, siapa nama anda, darimana asalnya, arah mata angin, serta sedikit kemampuan untuk bercerita seputar Ijen.
Selain dibekali bahasa, mereka juga akan diberi ketrampilan kesenian yang bisa dimainkan setelah menambang. Sehingga, wisatawan yang datang, tidak hanya menikmati panorama Ijen, tapi juga bisa melihat kesenian yang disuguhkan para penambang itu. “Mereka juga akan mendapatkan insentif dari kami. Ini sebagai upaya kami untuk mengembangkan pariwisata yang berbasis masyarakat,” terang Bupati Anas saat menyerahkan kartu peserta Jamsostek di lereng Gunung Ijen, Selasa (2/7).
Para penambang juga akan diberi rompi yang fungsinya selain untuk keselamatan kerja juga sebagai identitas pemandu wisata yang resmi dari pemerintah.
Selanjutnya, kata Bupati Anas, untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Ijen pemkab akan membangun fasilitas penyediaan air bersih dengan sistem gravitasi senilai Rp 4 miliar. Selama ini, ketersediaan air bersih masih menjadi problem tersendiri di kawasan Ijen. Infratstruktur lain yang akan melengkapi Ijen adalah lampu penerangan tenaga surya sebesar 600 watt. (Humas & Protokol)