Penasaran, PWI Jombang Belajar Promosi Pariwisata Ke Banyuwangi
Sabtu, 19 Desember 2015
<span 1.6em;"="">BANYUWANGI – Tertarik pariwisata Banyuwangi yang berkembang pesat, Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang melakukan studi banding ke daerah di ujung paling timur Pulau Jawa ini. Dipimpin Ketua PWI Jombang Yusuf wibisono, sebanyak 25 orang wartawan dari media cetak, elektronik dan online ini berkunjung ke Banyuwangi untuk belajar bagaimana mengelola dan mempromosikan obyek-byek wisata yang ada.
Kedatangan rombongan para pemburu berita tersebut langsung disambut ramah oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Banyuwangi, Djuang Pribadi di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Sabtu (19/12). Tak sendirian, Djuang saat itu juga didampingi Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M.Y Bramuda.
Ketua PWI Jombang Yusuf wibisono mengatakan nama Banyuwangi cukup sering terdengar di berbagai media dalam waktu empat tahun terakhir. Berbagai penghargaan berhasil diraih kabupaten The Sunrise of Java ini, mulai dari penghargaan tingkat regional hingga internasional, Yusuf menilai Banyuwangi telah berhasil mendongkrak nama daerahnya, terutama melalui promosi pariwisatanya. “Ini yang membawa kami datang ke Banyuwangi. Kami ingin belajar bagaimana cara pemkab mengelola potensi wisata hingga menjadi daya tarik yang luar biasa seperti ini,” kata Yusuf.
Yusuf menceritakan, pada dasarnya Jombang juga memiliki potensi yang tak kalah dari Banyuwangi. Jombang memiliki citra religi yang sangat kuat. Di sana terdapat makam mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan sejumlah makam kyai besar. Tak hanya itu, di Jombang pun ada banyak pondok pesantren besar yang pastinya menarik banyak orang datang ke sana untuk menimba ilmu agama. “Namun potensi yang besar itu menurut kami belum terkelola dengan maksimal, sehingga hasilnya pun belum sebagus di Banyuwangi,” ujarnya.
Selain cara pengelolaan pariwisata, rombongan ini juga penasaran besaran dana promosi yang dianggarkan Banyuwangi untuk kegiatan promosi tersebut. “Kok promosinya bisa segencar ini, apa Banyuwangi menganggarkan banyak untuk promosi? Kami penasaran sekali,” cetus Yusuf sambil menunjukkan muka penasarannya.
Kabag Humas & Protokol Banyuwangi, Djuang Pribadi, mengatakan meski disana-sini Banyuwangi banyak diperbincangkan berkat capaian positifnya, sejatinya Banyuwangi masih terus belajar. “Kami tidak ingin lalai dengan penilaian dari luar, sampai saat ini pun kami masih terus berbenah untuk menjadi lebih baik lagi,” ucap Djuang.
Terkait sektor pariwisata, Djuang membeberkan, Banyuwangi tidak mungkin mem-fotocopy daerah-daerah lain dalam mengembangkan daerahnya. Banyuwangi punya cara sendiri untuk memajukan wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan. “Kami coba kenali potensi yang ada. Dengan potensi alam yang kita miliki, seperti pantai, gunung dan alam kita kemas menjadi sebuah obyek wisata yang siap kita jual,” kata Djuang.
Agar potensi itu dikenal luas, lanjut Djuang, pemkab lakukan promosi secara all out dengan bekerja sama dengan berbagai media lokal dan nasional. “Kami sadar tanpa adanya media, upaya kami mempromosikan daerah dan pariwisata tidak akan mudah. Untuk itu, kami jalin kerja sama dengan sejumlah media yang kredibel guna membantu promosi kami. Alhamdulillah, sekarang banyuwangi sudah dikenal di mana-mana,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M.Y Bramuda menambahkan pariwisata Jombang pun bisa jauh berkembang jika pemkab nya mampu mengenalidan mengangkat potensi yang ada. “Jombang sudah punya daya tarik yang baik. Tinggal memoles dan memperbaiki manajemennya saja. Mungkin bisa dengan menciptakan ruang publik yang nyaman, mempercantik taman dan menyediakan infrastruktur yang baik,” kata Bramuda.
Terkait anggaran promosi, Bramuda membeberkan anggaran Banyuwangi tidak lebih besar dari anggaran daerah lain. “ Kalau dibandingkan dengan daerah lain, anggaran kami biasa saja. Namun kami tetap mampu melakukan promosi segencar ini karena budaya gotong royong antar SKPD di sini. Di Banyuwangi, kegiatan promosi kegiatan bukan hanya menjadi tanggung jawab SKPD terkait, tapi kami saling mensupport satu sama lainnya. Intinya, bagi kami yang terpenting adalah bagaimana daerah bisa maju. Kami sangat mengutamakan sinergitas antar SKPD,” pungkas nya. (Humas Protokol)