Penerima Beasiswa Cerdas Dijamu Istimewa Layaknya Tamu Hebat

Sabtu, 17 Mei 2014


BANYUWANGI – Setelah menanam ratusan pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, ke 137 mahasiswa/mahasiswi penerima program beasiswa Banyuwangi cerdas (Bidik Misi) diundang secara khusus oleh Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendopo Shaba Swagata. 

Para mahasiswa/mahasiswi yang berkuliah di Universitas Negeri Jember (Unej) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember ini, sengaja diperlakukan istemewa layaknya tamu-tamu kehormatan yang berkunjung ke Banyuwangi. “Setelah mereka menanam pohon di Kabat tadi, saya ingin bertemu. Saya ingin menjamu anak-anak berprestasi ini layaknya saya menerima tamu-tamu terhormat yang hebat. Karena saya juga ingin bangun dan bangkitkan semangat mereka untuk tetap percaya diri dan terus berprestasi,” ujar Bupati Anas. 

Saat berada di Pendopo Shaba Swagata Blambangan para mahasiswa ini terlihat antusias sekali ketika diterima langsung Bupati Anas yang didampingi para pejabat teras pemkab. Bahkan, saat diberi kesempatan memberikan testimoti terkait program beasiswa bidik misi yang telah mengantarkan mereka mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri ini mereka spontan berebut ingin menyampaikan testimoninya.

Seperti yang diungkapkan Ahmad Rizki Andy, mahasiswa Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP Unej ini mengaku sangat berterima kasih dengan Pemkab Banyuwangi yang telah menggulirkan program Banyuwangi Cerdas yang diperuntukkan bagi anak miskin dan berprestasi. Bagi dia, beasiswa cerdas ini memberikan kesempatan untuk meraih cita hidup yang lebih tinggi.

“Semasa SMA, bermimpi kuliah saja tidak ada, karena mengingat kondisi keluarga yang memmang tidak ada. Alhamdulillah dengan beasiswa cerdas ini akhirnya saya bisa kuliah, untuk bisa merubah nasib saya. Terima kasih Bapak,” ucap anak buruh tani asal Tegaldlimo ini penuh haru.

Sementara itu, Nurlatifatul Janah, mahasiswi STAIN jurusan Tarbiyah Pendidiikan Agama Islam, mengungkapkan dengan hal senada. Selebihnya, mahasiswi ini ingin memberikan ilmu yang di dapat untuk kemajuan Banyuwangi. “Tidak bisa dipungkiri pemerintah telah mengantarkan saya sampai di Perguruan Tinggi, karenanya segala apapun yang telah kami raih saya ingin berkontribusi kepada pemkab,” ujarnya. 

Sekedar diketahui, para mahasiswa program banyuwangi cerdas ini sepenuhnya dibiayai pemkab lewat APBD. Untuk satu mahasiswa tiap bulan mendapat Rp 1 juta, yang terinci Rp 600 ribu untuk biaya hidup dan Rp 400 ribu untuk membayar kuliah.

Sejak diluncurkan 2011 lalu, terdapat 158 anak yang memperoleh beasiswa dari dana APBD ini. Total biaya yang dianggarkan pemkab untuk program ini Rp 1,5 miliar selama satu tahun.  

Selain kepada anak berprestasi dan tidak mampu, pemkab juga memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi kepada anak yatim piatu dan penyandang difabel. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :