Pengembangan SDM Jadi Ruh Pembangunan Banyuwangi
Kamis, 23 Maret 2017
Fokus pada Penguasaan Sains dan peningkatan Akhlak Siswa Banyuwangi – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi visi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, tidak semata berorientasi pada peningkatan wawasan dan ketrampilan saja. Sebagaimana tertuang dalam Musyawarah Rencana Kabupaten (Musrenbangkab) Banyuwangi tahun 2017, pengembangan SDM juga harus mengacu kepada penumbuhan akhlak mulia. “Guna meningkatkan daya saing, perlu peningkatan SDM yang tidak hanya mengacu pada peningkatan ketrampilan, tapi juga meningkatkan akhlaqul karimah (akhlak mulia),” papar Anas saat membuka Musrenbangkab di Pendopo, Rabu (22/3). Untuk meningkatkan akhlak mulia sendiri, Banyuwangi menekankan pendidikan karakter yang diterapkan dalam berbagai lini. Dalam setiap pelatihan, misalnya, tidak hanya akan diberikan materi yang terkait dengan ragam pelatihannya. Namun, juga disisipkan dengan penguatan aspek religiusitasnya guna mendukung peningkatan akhlak mulia itu. “Kita tidak ingin mereka hanya menguasai materi pelatihannya saja, tapi juga dibentuk moralitasnya. Etos kerja yang baik ditambah dengan moralitas yang baik pula, maka akan bisa melahirkan SDM yang unggul,” harap Anas. Tidak sebatas itu, untuk mewujudkan peningkatan akhlak mulia, Pemkab Banyuwangi menjalin sinergitas dengan berbagai stakeholder terkait. Mulai dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Ormas, TNI, dan juga Polisi. Sineregitas tersebut dibangun karena pembentukan akhlak mulia itu, berkaitan dengan berbagai aspek. Seperti halnya upaya menurunkan tingginya tindakan asusila maupun kriminilitas. “Untuk membentuk akhlak yang baik ini, tidak cukup hanya dinasehati saja. Tapi, juga perlu adanya penerapan hukum yang sesuai. Misalnya, kasus penyalahgunaan Narkoba, jelas ini akhlak yang buruk. Maka untuk mengatasinya harus ada penindakan tegas dari kepolisian bagi para pengedar Narkoba. Jadi, perlu bersinergi dengan banyak pihak,” urai Anas. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menerangkan, pengembangan SDM Banyuwangi akan terintegrasi di semua SKPD. Seperti halnya pelatihan peningkatan skil kerja, terbagi dalam beberapa dinas. Mulai dari Dispendik, Dispora, Dinsos, Disnaker, Diskop UMKM dan Disperindagtam. “Semua SKPD akan bersama-sama mewujudkan upaya peningkatan SDM ini, dengan segmentasi dan Tupoksi masing-masing,” ujarnya. Selain itu, investasi SDM yang selama ini telah diterapkan oleh Banyuwangi akan terus ditingkatkan pada tahun depan. Beasiswa Banyuwangi Cerdas, beasiswa pendidikan pilot untuk hafidz qur’an, dan Garda ampuh menjadi program yang akan diteruskan. “Untuk pembiayaannya beasiswa tentu akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya peserta. Jika tahun ini, mencapai Rp. 3,75 M, tahun depan bisa bertambah lagi,” terangnya. Sedangkan pelatihan entrepreneur, internet marketing dan penguasaan bahasa asing juga menjadi program yang akan dilanjutkan. “Selain meningkatkan kwantitas pelatihannya, juga akan ditingkatkan kwalitasnya. Para peserta pelatihan pemula di tahun-tahun sebelumnya, akan ditingkatkan untuk mengikuti pelatihan ditingkat selanjutnya,” paparnya. Penyediaan infrastruktur untuk menunjang dan pengembangan SDM juga diakan terus ditingkatkan. Seperti halnya akses internet, perpustakaan, ruang-ruang publik seperti halnya RTH dan pemanfaatan pendopo balai desa untuk atraksi kebudayaan dan kegiatan bersama lainnya. Sedangkan untuk pembiayaan dari pengembangan SDM ini, tidak hanya mengandalkan dana dari APBD Banyuwangi. Tapi, juga melibatkan Anggaran Dana Desa dan Coorporate Social Responbelity (CSR). (humas)