Pengurus Baru BAZNAS Komunikasikan Program Kerjanya ke Pemkab Banyuwangi

Selasa, 2 Februari 2016


Demi Transparansi, Semua Terkoneksi dengan IT

BANYUWANGI – Badan Amil  Zakat Nasional (BAZNAS) Banyuwangi terus berbenah. Pasca pelantikan pengurus BAZNAS periode 2015 – 2020 pada 25 November 2015 lalu, berbagai program baru terus digeber.  Untuk mengkomunikasikan dengan Pemerintah Daerah terkait program-program yang akan dijalankannya, para pengurus  BAZNAS tersebut berkunjung ke Pemkab Banyuwangi, Selasa (2/2).

Ditemui Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Slamet Kariyono  dan Kepala Bagian Kesra, Nurul Cholili, Ketua BAZNAS Banyuwangi , Samsudin Adlawi  diterima di Lounge Pelayanan Publik. Samsudin Adlawi juga membawa serta pengurus lainnya, seperti Sumiran Al-Muhtad (Wakil Ketua I), Herman Suyitno (Wakil Ketua II), Tommy Anwar (Wakil Ketua III), dan Lukman Hakim (Wakil Ketua IV).

Samsudin mengatakan, di tahun 2016 ini pihaknya ingin mengedepankan transparansi atas  lembaga yang dipimpinnya. “Tahun 2016 ini kami mentargetkan program kami harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan pada masyarakat. Karena itu kami memutuskan untuk memperbaiki sistem informasi dengan teknologi informasi yang memadai,” kata Samsudin.

Menurut Samsudin, ada 3 program utama yang akan dijalankan BAZNAS Banyuwangi lewat sistem Information Technology (IT) tersebut. Yang pertama, jelas  Samsudin, adalah SMS Gateway. “Siapa pun yang telah membayar zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS), dia akan mendapatkan laporan dari BAZNAS. Laporan berupa SMS itu memuat ucapan terima kasih atas penyaluran dana yang dipercayakannya kepada BAZNAS, dan diakhiri dengan doa untuk si pembayar ZIS,” tutur Samsudin.

Yang kedua, imbuh Samsudin, siapa saja baik muzakki (pembayar zakat) maupun mustahik (penerima zakat) bisa mengakses informasi lewat website BAZNAS. Dari situ bisa diketahui, siapa saja mustahik yang sudah menerima zakat lewat BAZNAS.” Mereka yang telah menerima zakat akan kami tandai, misal diberi warna merah. Sehingga lembaga lain seperti Kesra atau Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (BAZIS) jika ingin memberi bantuan tidak akan tumpang tindih atau double dengan bantuan dari BAZNAS. Ini upaya kami untuk memenuhi keadilan dan pemerataan,” bebernya.

Berikutnya, ujar Samsudin, BAZNAS juga akan menampilkan laporan keuangannya, sehingga masyarakat bisa melihat saldo keuangan BAZNAS, berapa yang masuk dan berapa yang keluar.  “Sistem yang akan kami perbaiki tersebut akan menjadi supporting system bagi program BAZNAS yang kami jalankan,” kata Samsudin lagi.

Selain memaparkan programnya, Samsudin juga mengajukan permohonan kantor baru BAZNAS yang lebih representatif. “Selama ini kami menempati sebuah ruangan berukuran kecil di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi. Yang kami khawatirkan, jika IT kita sudah ready dan ada BAZNAS kabupaten lain yang ingin datang berkunjung, tempat kami kurang layak dalam menerima tamu,” tukas Samsudin.

Sekkab Slamet menyambut baik maksud dan tujuan pengurus BAZNAS tersebut. “Kami menyambut baik keinginan bapak-bapak untuk memperbaiki sistem informasinya. Progressnya memang harus dilaporkan secara rutin. Di samping untuk transparansi, ini juga menjadi bahan kajian untuk Pemkab. Nanti kalau IT-nya sudah terpasang, bisa dikoneksikan dengan IT yang ada di Lounge Pelayanan Publik ini,” kata Sekkab Slamet yang langsung  disambut baik oleh para pengurus BAZNAS.

Terkait permohonan kantor untuk BAZNAS, Sekkab Slamet yang juga mantan ketua BAZNAS periode sebelumnya (2010 – 2015) berjanji untuk memenuhinya. “Kami berencana menjadikan gedung di sebelah Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan sebagai sekretariat BAZNAS,” ujarnya.

Usai dilantik, pengurus BAZNAS yang baru  terus membuat gebrakan dengan program-programnya yang lebih mengena pada masyarakat dan bersifat jemput bola. Diantaranya Gerakan Aku Suka Zakat Infaq Sedekah (GAS – ZIS) dengan cara membentuk  Unit Pengumpul Zakat di setiap kecamatan, bekerjasama dengan Polres Banyuwangi yang mendorong seluruh anggota kepolisian di Banyuwangi untuk bersedekah dengan cara memotong gajinya setiap bulan, hingga membentuk Laskar ZIS di sekolah-sekolah untuk mendeteksi siswa yang kurang mampu. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :